<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-964472145787465654</id><updated>2012-02-16T06:10:55.707-08:00</updated><category term='semester 8'/><category term='keseimbangan'/><category term='Pahlawan Tanpa Tanda Jasa'/><title type='text'>R. Ahmad Zaky El Islami</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://moslemscientist.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemscientist.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>moslemscientist.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06295526994423524192</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji7n8B6Yla8/TcUc8ydoSyI/AAAAAAAAADg/sDdBjeHrF6M/s220/zaky.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-964472145787465654.post-6685721668486870170</id><published>2012-02-07T00:01:00.000-08:00</published><updated>2012-02-07T00:22:58.947-08:00</updated><title type='text'>Memandang Teori Atom dari Kacamata Filsafat dan Implementasinya dalam Pembelajaran di Kelas</title><content type='html'>TEORI ATOM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monica Primasari, S.Pd&lt;br /&gt;R. Ahmad Zaky El Islami, S.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEORI ATOM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Materi Teori Atom Ditinjau dari Aspek Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Memandang Teori Atom dari aspek Ontologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ontologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tata dan struktur realitas dalam arti seluas mungkin, dengan menggunakan kategori-kategori seperti: ada atau menjadi, aktualitas atau potensialitas, nyata atau penampakan, esensi atau eksistensi, kesempurnaan, ruang dan waktu, perubahan, dan sebagainya (Suhartono, 2008). Aspek ontologi menekankan pada hakikat Teori Atom yang menyangkut keberadaan dan eksistensinya dalam khazanah keilmuan. Teori Atom lahir secara filosofis dari pemikiran para filsuf Yunani. Pertanyaan yang mendasari lahirnya Teori Atom adalah, “Apakah yang membentuk suatu benda?”. Ini merupakan pertanyaan fundamental dalam filsafat alam. Suatu benda terdiri atas bagian-bagian tertentu yang lebih kecil dan lebih kecil lagi. Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah ada suatu saat dimana bagian tersebut tidak dapat dibagi lagi menjadi sesuatu yang lebih kecil?&lt;br /&gt;Democritus dari Abdera (460 – 370 SM) menamakan bagian tertentu tersebut “atom”, yang berasal dari bahasa Yunani “a-tomos” yang artinya “tidak bisa dipotong”. Atom, menurut Democritus adalah bagaikan blok-blok kecil yang sangat kecil hingga tak terlihat lagi, yang tidak bisa dibagi lagi dan bersifat abadi. Paham mengenai atom (atomisme) merupakan teori filosofis dan ilmiah yang menyatakan bahwa kenyataan dibentuk oleh bagian-bagian elementer yang tak dapat dibagi yang disebut atom.&lt;br /&gt;Teori atom diawali oleh John Dalton (1766 – 1844) yang mengemukakan suatu hipotesa berdasarkan pada hukum kekekalan massa (Lavoisier) dan hukum perbandingan tetap (Proust). Teori yang diusulkan Dalton adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.&lt;br /&gt;b. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur-unsur yang berbeda.&lt;br /&gt;c. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri dari atom-atom Hidrogen dan Oksigen.&lt;br /&gt;d. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.&lt;br /&gt;Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik. Bagaimana mungkin suatu bola pejal dapat menghantarkan listrik, padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang menyebabkan terjadinya daya hantar listrik. &lt;br /&gt;J.J Thomson menjawab kelemahan teori atom Dalton ini dengan mengusulkan model atom seperti roti kismis, suatu bola pejal yang permukaannya dikelilingi elektron dan partikel lain yang bermuatan positif sehingga atom bersifat netral. Kelemahan model atom Thomson ini adalah tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutherford mengemukakan sebuah hipotesis untuk melengkapi model atom Thomson, yaitu atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Inti atom bermuatan positif dan massa atom terpusat pada inti atom. Hipotesis ini juga memiliki kelemahan, yaitu tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan teori Rutherford diperbaiki oleh Niels Bohr yang mengemukakan sebuah hipotesis yang berbunyi:&lt;br /&gt;a. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.&lt;br /&gt;b. Elektron dapat berpindah dari suatu lintasan ke lintasan yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi, sehingga energi elektron pada atom itu tidak akan berkurang.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan teori atom Bohr adalah tidak dapat menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak sehingga diperlukan model atom yang lebih sempurna.&lt;br /&gt;Pada tahun 1926, Erwin Schrodinger mengembangkan model atom mekanika kuantum. Sebelumnya, seorang ahli dari Jerman, Werner Heissenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu, “tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu pada inti atom”.&lt;br /&gt;Ciri khas model atom mekanika kuantum antara lain:&lt;br /&gt;1. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital.&lt;br /&gt;2. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya.&lt;br /&gt;3. Posisi elektron sejauh 0,259 A dari inti H menurut Bohr bukanlah sesuatu yang pasti, tetapi boleh jadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron pada jarak itu.&lt;br /&gt;Kelemahan model atom modern adalah bahwa persamaa gelombang Schrodinger hanya dapat diterapkan secara eksak untuk atom berelektron tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1964, seorang ahli fisika dari Amerika Serikat Murray Gell-Mann mengemukakan bahwa proton dan neutron terdiri atas bagian yang lebih kecil lagi yang dinamakan quark. Pengertian bahwa quark adalah bagian terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi suatu saat mungkin saja akan ditumbangkan oleh teori yang baru, dan sejarah mungkin akan terulang kembali.&lt;br /&gt;Pada hakikatnya, teori atom dapat disimpulkan sebagai materi yang bersifat abstrak yang keberadaannya masih bersifat hipotesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memandang  Teori Atom dari Aspek Epistemologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandang Teori Atom dari aspek Epistemologi berarti memandang Teori Atom dari cara pemerolehan pengetahuan mengenai Atom. Democritus mencoba menumbuk beberapa material dengan mortar dan alu hingga menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang ia sebut sebagai atom. Semua benda tersusun atas bagian-bagian kecil yang tidak dapat dibagi lagi, atau atom, yang secara kualitatif mirip antara satu dengan yang lainnya dalam hal ukuran, bentuk, posisi, dan massanya. Atom menurut Democritus, terpisah oleh suatu kekosongan antara satu atom dengan atom yang lain. Kekosongan ini menyebabkan atom-atom mampu bergerak (ini boleh jadi pelopor teori kinetika). &lt;br /&gt;Apakah yang sebenarnya dimaksud Democritus dengan “tidak dapat dibagi?”. Jawaban dari pertanyaan ini adalah salah satu dari dua interpretasi berikut:&lt;br /&gt;a. Tidak mungkin secara fisika untuk membagi suatu atom.&lt;br /&gt;b. Tidak mungkin secara logis dan konseptual untuk membagi suatu atom.&lt;br /&gt;Perbedaan dari kedua pandangan ini adalah: pada (a), sebuah atom masih mungkin mempunyai bagian yang lebih kecil, sedangkan pada (b) tidak ada artinya untuk berbicara tentang “bagian” dari suatu atom, karena hal itu tidak ada sama sekali. Kalau seseorang bermaksud membagi atom menjadi bagian-bagiannya, dia akan mendapatkan bahwa  ketidakmapuannya bukan teknologi, tapi konseptual. Democritus berpendapat bahwa atom bukan hanya sangat kecil, tetapi merupakan partikel yang terkecil, bukan hanya terlalu kecil untuk dibagi secara fisis tetapi juga tidak bisa dibagi secara logis.&lt;br /&gt;John Dalton mendasari hipotesanya mengenai atom berdasarkan hukum Kekekalan Massa (Lavoisier) dan Hukum Perbandingan Tetap (Proust). &lt;br /&gt;J.J.Thomson melakukan sebuah eksperimen menggunakan tabung sinar katoda. Hasil eksperimennya menyatakan ada partikel bermuatan negatif dalam atom yang disebut elektron. Thomson menemukan bahwa atom terkadang dapat menolak partikel lebih kecil yang bermuatan negatif, yang ia sebut sebagai elektron. Dari hasil pecobaan inilah Thomson mengusulkan model atom Plum Pudding Model atau model atom Roti Kismis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutherford melakukan percobaan lain untuk menjawab kelemahan yang dimiliki model atom Thomson. Percobaannya adalah dengan menembakkan inti Helium (partikel alpha) ke suatu lapisan emas tipis yang tebalnya hanya beberapa atom. Dia menemukan bahwa meskipun sebagian besar sinar helium tersebut diteruskan, dan sebagian lagi di pantulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil percobaannya, Rutherford berpikir bahwa pastilah terdapat suatu struktur padat yang sangat kecil yang memantulkan partikel sinar Alpha, yang dinamakannya inti. Ia juga berpikir bahwa inti ini memiliki massa yang sangat besar namun ukurannya kecil. Banyaknya berkas sinar yang diteruskan membuat Rutherford yakin bahwa sebagian besar atom adalah ruang hampa.&lt;br /&gt;Perkembangan teori atom terus berlanjut menyusul ditemukannya neutron oleh James Chadwick. Selanjutnya, Niels Bohr menemukan adanya tingkatan energi dalam atom yang kemudian menjadi awal lahirnya teori dan model  atom mekanika kuantum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memandang Teori Atom dari Aspek Aksiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksiologi adalah cabang filsafat yang membahas teori tentang nilai, mencakup nilai-nilai sebagai dasar normatif dalam penggunaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak dapat disangkal bahwa ilmu pengetahuan telah banyak memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Namun, apakah ilmu selalu memberi manfaat bagi manusia? Kenyataannya, ilmu pun bisa memberikan dampak negatif bagi kehidupan manusia. Sebagai contohnya adalah ilmu tentang nuklir, kita telah melihat manfaatnya dalam pengembangan pembangkit listrik yang dikenal dengan sebutan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). Namun, jika kita melihat kembali kejadian yang baru-baru ini melanda Jepang. Bagaimana Tsunami mengakibatkan kerusakan parah pada reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Fukushima. Kerusakan ini menimbulkan dampak lanjutan yaitu adanya radiasi nuklir ke daerah sekitar lokasi PLTN tersebut. Ini adalah salah satu bukti bahwa ilmu pengetahuan bisa merugikan bahkan membahayakan hidup manusia.&lt;br /&gt;Bukti lainnya adalah ketika Einstein menemukan teori relativitasnya yang terkenal, yaitu E = mc2, dimana dunia mulai mengetahui bahwa massa dapat berubah menjadi energi. Penemuan ini membuka lebar mata manusia pada kenyataan benda yang sangat kecil seperti atom dapat dijadikan sumber energi yang dapat menyokong kelangsungan hidup manusia. Namun disisi lain, ada pihak yang memanfaatkan penemuan Einstein ini untuk kepentingan perang mengakibatkan hancurnya kehidupan di dua kota besar di Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki. Hancurnya kedua kota tersebut bukanlah satu-satunya dampak akibat penemuan ilmu tersebut, selama berpuluh tahun setelah pengeboman itu terjadi, penduduk disekitar daerah yang hancur harus menjalani pengobatan untuk menetralkan radiasi nuklir dalam tubuh mereka.&lt;br /&gt;Kedua fenomena di atas menunjukkan betapa penemuan suatu ilmu pengetahuan dapat diibaratkan dengan dua sisi koin, dapat memberi manfaat dan kerugian bagi manusia. Jika melihat secara seksama, kerugian dari nuklir yang dijelaskan di atas bisa merupakan kerugian yang tidak disengaja (bencana alam; human error) dan bisa pula merupakan kerugian yang sudah direncanakan. Maka dari itu, kajian aksiologi terhadap suatu ilmu perlu dilakukan. Bagaimana pemanfaatan dan penggunaan ilmu pengetahuan tersebut berdasarkan nilai-nilai normatif, seperti etika dan estetika. &lt;br /&gt;Akrom (2011) mengemukakan bahwa menurut kajian aksiologi, hubungan antara limu, teknologi, dan moral haruslah:&lt;br /&gt;a. Ilmu pengetahuan harus difungsikan memberikan kemudahan bagi manusia. Sebagai contoh dalam teori atom, bagaimana unsur radiaktif dalam bidang industri perminyakan digunakan sebagai pencacah dalam pipa, dalam bidang medis radioaktif dapat digunakan untuk rontgen, dan masih banyak lagi yang lainnya.&lt;br /&gt;b. Ilmu pengetahuan jangan sampai mempersulit.&lt;br /&gt;Sebagai contoh dalam teori atom, bagaimana teori atom ini tidak sampai membuat kita menjadi sulit dalam  memahami fenomena-fenomena dalam reaksi kimia. Dengan memahami teori atom, maka kita akan bisa mengetahui bagaimana proses terbentuknya ikatan dalam reaksi kimia.&lt;br /&gt;c. Ilmu pengetahuan harus mendukung tujuan hidup manusia, jangan untuk sekedar hedonisme (kesenangan belaka)&lt;br /&gt;Sebagai contoh dalam teori atom, banyaknya pemanfaatan atom yang digunakan dalam kehidupan baik dalam medis maupun industri, dapat mendukung kelangsungan hidup manusia.&lt;br /&gt;d. Pendidikan keilmuan tidak boleh semata-mata menghasilkan ilmuan terampil saja, tetapi juga harus menghasilkan ilmuan yang bermoral tinggi.&lt;br /&gt;Dengan belajar teori atom, manusia akan semakin yakin akan keberadaan Sang Pencipta. Karena dengan belajar teori atom, akan semakin menunjukkan keterbatasan manusia dalam melihat obyek atom itu sendiri walaupun dapat dirasakan manfaat dan keberadaannya. Sehingga manusia harus sudah sepantasnya menjadi ilmuwan yang bermoral tinggi.&lt;br /&gt;e. Ilmu pengetahuan harus kita jaga, jangan disalah artikan.  &lt;br /&gt;Sebagai contohnya llmu teori atom mengenai nuklir jangan sampai disalah artikan untuk melakukan hal-hal yang akan merugikan atau berdampak negatif pada manusia, seperti tragedi Hirosima dan Nagasaki. Dan ilmu ini haru dijaga untuk kelangsungan hidup manusia yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pembelajaran Materi Teori Atom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Problema Pembelajaran Materi Teori Atom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi Teori Atom diberikan di kelas X sekolah menengah atas semester pertama. Hal ini menyiratkan bahwa siswa yang akan diajar adalah siswa yang baru saja lulus dari sekolah menengah pertama yang umumnya masih berada pada level berpikir konkret. Problema pembelajaran Materi Teori Atom berawal dari aspek ontologi teori atom itu sendiri yang bersifat abstrak dan non-observable. Kenyataan ini mengakibatkan siswa yang masih dalam tahap berpikir konkret tersebut kesulitan dalam memahami konsep Teori Atom secara menyeluruh. &lt;br /&gt;Di samping itu, Teori Atom itu sendiri masih bersifat hipotesis, sehingga mungkin saja banyak dari siswa yang tidak benar-benar meyakini keberadaan atom. Kebanyakan siswa menerima pembelajaran Teori Atom seperti mereka mempelajari sejarah, atau sesuatu yang sudah ada dan harus mereka terima sebagaimana adanya. Siswa tidak dilibatkan dalam proses berpikir bagaimana atom tersebut ditemukan. Sehingga, bagi siswa materi Teori Atom adalah materi yang mengandung banyak konsep yang harus mereka hafalkan untuk lulus dalam ujian atau mendapat nilai yang bagus. Hal ini kemudian berujung pada sulitnya siswa melihat betapa pentingnya konsep tentang atom dalam pembelajaran Kimia selanjutnya di SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Paradigma Pembelajaran Materi Teori Atom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini paradigma yang digunakan di sekolah pada pembelajaran Teori Atom adalah teacher-centered, dimana guru mendominasi proses transfer pengetahuan dengan berperan sebagai sumber informasi dan siswa sebagai penerima informasi. Hal ini menimbulkan asumsi dikalangan siswa bahwa untuk mempelajari teori atom mereka hanya perlu menyiapkan kapasitas memori yang cukup besar untuk menyimpan semua konsep-konsep yang dijelaskan oleh guru di kelas. Konsep, yang pada akhir pembelajaran akan diujikan dalam bentuk tes dan hasil tes tersebut dijadikan tolak ukur untuk mengukur sejauh mana mereka telah memahami konsep Teori Atom. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah apakah hasil tes tersebut benar-benar menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep?&lt;br /&gt;Proses pemahaman terjadi dalam dua tahap, yaitu proses penerimaan informasi melalui reseptor sensorik dan proses pengolahan informasi tersebut dalam working memory (Matlin: 2009). Proses penerimaan informasi melibatkan organ-organ sensorik manusia seperti mata dan telinga. Informasi ini kemudian diteruskan dan diproses dalam working memory. Di dalam working memory siswa mencoba mengaitkan informasi yang baru diterimanya dengan pengetahuan yang telah dimilikinya dalam long-term memory untuk mengkonstruksi suatu pemahaman. Jika siswa tidak menghubungkan informasi baru tersebut dengan pengetahuan sebelumnya, maka informasi tersebut akan “singgah sesaat” saja dalam working memory, dan akan hilang dalam hitungan 30 detik jika tidak dilakukan pengulangan terhadap informasi tersebut. Ketika ini terjadi, dapat disimpulkan bahwa pemahaman tersebut belum diperoleh siswa.&lt;br /&gt;Paradigma pembelajaran apakah yang sebaiknya digunakan untuk materi Teori Atom? Mengingat karakteristik materi ini yang bersifat abstrak dan merupakan hal yang baru bagi siswa, maka paradigma pembelajaran yang baik adalah paradigma yang mampu melibatkan siswa dalam proses berpikir mengenai konsep Atom. Salah satu paradigma pembelajaran yang dapat digunakan adalah paradigma pembelajaran student-centered.&lt;br /&gt;Paradigma student-centered diturunkan dari pandangan ahli konstruktivis terhadap pembelajaran. Kain dalam Liu et al., (2008) mengemukakan bahwa dalam pendekatan student-centered, proses konstruksi pengetahuan itu berlangsung melalui keterlibatan siswa dalam berbagai aktivitas. Siswa berusaha membangun pengetahuannya berdasarkan apa yang telah mereka ketahui sebelumnya berdasarkan keterlibatan mereka dalam aktivitas pembelajaran. Jika dibandingkan, dalam paradigma pembelajaran teacher-centered proses pembelajaran bergantung pada penyampaian informasi dari guru, dan tujuan akhirnya bukanlah pemahaman siswa melainkan ketuntasan beban materi yang harus diberikan. Paradigma ini pernah digunakan di Indonesia selama beberapa dekade. Namun, seiring perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia,  dewasa ini telah terjadi pergeseran paradigma dari teacher-centered menuju student-centered.&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan nasional yang dimuat dalam kurikulum yang saat ini diberlakukan di Indonesia adalah untuk mengembangkan kreatifitas berpikir siswa yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru. Dari pernyataan ini terlihat bahwa tujuan pendidikan bukanlah sekedar ketuntasan materi ajar semata, tetapi mencakup pengetahuan dan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan itu sendiri. Implikasi dari tujuan ini adalah guru harus berupaya merancang suatu pembelajaran yang dapat mengakomodasi pengembangan kemampuan siswa dan membangun pengetahuan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Desain Pembelajaran dan Desain Penelitian Materi Teori Atom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Desain Pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancangan pembelajaran yang dapat digunakan sebagai bentuk upaya guru adalah rancangan pembelajaran dengan model STAD (Student Team Achievement Division) dengan menggunakan macomedia flash. Penerapan model pembelajaran di kelas nantinya akan berbasis paradigma pembelajaran student-centered dengan menggunakan animasi mengenai model-model atom. Adapun penjelasan mengenai model pembelajaran STAD dengan menggunakan macromedia flash akan dijelaskan selanjutnya.&lt;br /&gt;STAD merupakan model pembelajaran yang paling baik bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif (Slavin 2009 : 143). Menurut Slavin STAD terdiri atas lima komponen utama; presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, rekognisi tim. Secara rinci pembahasannya sebagai berikut (Slavin 2009 : 143-146):&lt;br /&gt;1) Presentasi Kelas dengan menggunakan makromedia flash&lt;br /&gt;Materi dalam STAD pertama-tama diperkenalkan dalam presentasi di kelas dengan menggunakan makromedia flash. Ini merupakan pengajaran langsung seperti yang seringkali dilakukan atau diskusi pelajaran yang dipimpin oleh guru, tetapi bisa juga memasukkan presentasi audiovisual. Bedanya presentasi kelas dengan pengajaran biasa adalah bahwa presentasi tersebut haruslah benar-benar berfokus pada unit STAD. Dengan cara ini, para siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-benar memperhatikan selama dalam presentasi kelas, karena dengan demikian akan sangat membantu mereka mengerjakan kuis-kuis individu, dan skor kuis individu mereka akan menentukan skor tim mereka.&lt;br /&gt;2) Tim&lt;br /&gt;Tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras dan etnisitas yang dipilih secara heterogen. Fungsi utama dari tim ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar, dan lebih khususnya lagi, adalah mempersiapkan anggotanya untuk bisa mengerjakan kuis dengan baik. Setelah guru menyampaikan materinya, tim berkumpul untuk mempelajari lembar kerja yang telah disediakan oleh guru sebelumnya atau materi lainnya. Yang paling sering terjadi, pembelajaran itu melibatkan pembahasan permasalahan bersama, membandingkan jawaban, dan mengoreksi tiap kesalahan pemahaman apabila anggota tim ada yang membuat kesalahan.&lt;br /&gt;Tim adalah hal yang paling penting dalam STAD. Pada tiap poinnya, yang ditekankan adalah membuat anggota kelompok melakukan yang terbaik untuk kelompok, dan kelompok pun harus melakukan yang terbaik untuk tiap anggotanya. Tim ini memberikan dukungan bagi kinerja akademik dalam pembelajaran, dan itu untuk memberikan perhatian dan saling menghargai satu sama agar meningkatkan hubungan antarkelompok, rasa harga diri, penerimaan terhadap siswa-siswa mainstream.&lt;br /&gt;3) Kuis&lt;br /&gt;Setelah sekitar satu atau dua periode setelah guru memberikan presentasi dan sekitar satu atau dua periode para siswa akan mengerjakan kuis  individual. Para siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu satu sama lain dalam mengerjakan kuis. Sehingga, tiap siswa bertanggung jawab secara individual untuk memahami materinya.&lt;br /&gt;4) Skor Kemajuan Individual&lt;br /&gt;Gagasan dibalik skor kemajuan individual adalah memberikan kepada tiap siswa tujuan kinerja yang akan dicapai apabila mereka bekerja lebih rajin dan memberikan kinerja yang lebih baik daripada sebelumnya. Tiap siswa dapat memberikan kontribusi poin yang maksimal kepada timnya dalam sistem skor ini, tetapi tak ada siswa yang dapat melakukannya tanpa memberikan usaha maksimal bagi kelompoknya. Tiap siswa diberikan skor “awal” yang diperoleh dari rata-rata kinerja siswa tersebut sebelumnya dalam mengerjakan kuis yang sama. Siswa selanjutnya akan mengumpulkan poin untuk tim mereka berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis mereka dibandingkan dengan skor awal mereka.&lt;br /&gt;5) Rekognisi Tim&lt;br /&gt;Tim akan mendapatkan sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabila skor rata-rata tim mencapai kriteria tertentu. Skor kelompok siswa dapat juga digunakan untuk menentukan dua puluh persen dari peringkat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Desain Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah untuk melihat pengaruh penerapan model pembelajaran STAD ini adalah non-equivalent control group design. Pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random (Sugiyono, 2009 : 116)&lt;br /&gt;Tabel 1. Desain Penelitian&lt;br /&gt;Kelompok Pretes Perlakuan Postes&lt;br /&gt;Eksperimen O1 X1 O2&lt;br /&gt;Kontrol O1 X2 O2&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;O1 = Tes Awal  O2 = Tes akhir&lt;br /&gt;X1 =  Perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran STAD dengan menggunakan media macromedia flash.&lt;br /&gt;X2 =  Perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran STAD dengan menggunakan metode ceramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIBLIOGRAFI&lt;br /&gt;Akrom, Mohammad. (2011). Aksiologi Ilmu. [online]. Tersedia:http://warungtulis.blogspot.com/2011/02/aksiologi_ilmu.html#!/2011/02/aksiologi-ilmu.html [21 November 2011]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anom. (2011). Aksiologi Pengetahuan. [online]. Tersedia:www.geocities.ws/m_win.../04_AKSIOLOGI_PENGETAHUAN.pdf  [21 November 2011]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwitama, Yadie. (2011). Perkembangan Teori Atom. [online]. Tersedia:http://www.slideshare.net/yadiedwitama/10-perkembangan-teori-atom [19 November 2011]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huba., and Freed. (2000). Comparison of Teacher-centered versus Learner-centered Paradigm. [online]. Tersedia:http://www.assessment.uconn.edu/.../TeacherCenteredVsLearnerCentered/pdf  [22 November 2011]&lt;br /&gt;Liu, Rong., Qiau, Xiaomei., Liu, Yingliang. (2011). A Paradigma Shift of Learner-centered Teaching Style: Reality or Illusion. Dalam Arizona Working Paper in SLAT . [online],Vol 13, 15 halaman.&lt;br /&gt;Tersedia:http://www.coh.arizona.edu/AWP/AWP13%5Bliu%5D.pdf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slavin, Robert E. (2009). Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Diterjemahkan oleh Marianto Samosir. Jakarta : Indeks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugiyono.(2009). Metode Penelitian Pendidikan Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&amp;D.Bandung : Alfabeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhartono, Suparlan. (2008). Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Arus Media&lt;br /&gt;Susanti, Vika. (2011). Bahan Ajar Kuliah. [online]. Tersedia:http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Vika%20Susanti/mekanika%20kuantum.html [19 November 2011]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/964472145787465654-6685721668486870170?l=moslemscientist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemscientist.blogspot.com/feeds/6685721668486870170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=964472145787465654&amp;postID=6685721668486870170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/6685721668486870170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/6685721668486870170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemscientist.blogspot.com/2012/02/teori-atom.html' title='Memandang Teori Atom dari Kacamata Filsafat dan Implementasinya dalam Pembelajaran di Kelas'/><author><name>moslemscientist.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06295526994423524192</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji7n8B6Yla8/TcUc8ydoSyI/AAAAAAAAADg/sDdBjeHrF6M/s220/zaky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-964472145787465654.post-4448928514973732289</id><published>2011-10-17T16:19:00.000-07:00</published><updated>2011-10-17T16:20:31.123-07:00</updated><title type='text'>Pagi Ini Ingin Optimis!</title><content type='html'>Saat mulai terlihat berbagai macam warna dalam kehidupan, satu pertanyaan mendasar terpikirkan; mungkinkah warna-warna tersebut menyatu menjadi sebuah keindahan? ataukah akan menjadi sesuatu yang tidak diharapkan? Istilah “hasil terkadang tak sesuai dengan apa yang diharapkan” sebenarnya tidak pas saat kita hanya memikirkan hal ini… karena hidup bukanlah hanya berpikir melainkan juga “doing someth...ing”… mengutip sebuah istilah “sedikit tapi konsisten” memberikan rasa optimis di dalam diri, bahwa urusan sebesar apapun bisa kita selesaikan asalkan kita mau untuk menyelesaikannya dan bersabar dalam melewati proses panjangnya. Pesimis hanya akan membawa kita ke arah keputus-asaan, dan putus asa merupakan sifat yang harus dihindari oleh orang yang beragama karena putus asa merupakan sifat dari makhluk yang nyata-nyata adalah musuh kita. Cita-cita bukanlah patokan melainkan hanya penyemangat sebagai tujuan yang ingin dicapai, karena tidak menutup kemungkinan cita-cita hanya akan menjadi kenangan di masa lampau sebab tidak sedikit orang sukses bukan pada bidang yang dia cita-citakan di masa lampau. Sekarang ini banyak yang mengagungkan mimpi sebagai kunci dari sebuah kesuksesan, mungkin lebih tepatnya dengan menargetkan tujuan yang ingin dicapai akan memberikan motivasi tersendiri untuk seseorang dalam melewati proses yang panjang itu. Istilah "mimpi" hanya akan membuat kita terpana dengan keindahan padahal tidak selamanya hidup ini akan indah, banyak sekali masalah kehidupan yang kita artikan sebagai “kesenjangan antara das Sein (Kenyataan) dan das Sollen (Harapan)”, hasil yang ditargetkan dengan proses yang baik ternyata belum tentu tercapai, bagamana menyikapi hal ini? Ternyata semua itu tidak lain adalah warna-warni kehidupan, dengan beragam warna itu, mari kita coba merangkainya menjadi satu keindahan dengan jiwa optimis, ikhlas dan syukur dalam mengarungi proses panjang itu, untuk mencapai satu tujuan yang utama yaitu menjadi manusia sukses yang bisa membawa kesuksesan bagi sesama mari kita“bersikap kooperatif, bekerja keras, dan sukses!” sekali lagi, bukan hasil yang kita tuju, melainkan proses yang kita sebut sebagai jalan menuju kebahagian/keindahan yang disertai do’a sebagai landasan utamanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/964472145787465654-4448928514973732289?l=moslemscientist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemscientist.blogspot.com/feeds/4448928514973732289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=964472145787465654&amp;postID=4448928514973732289' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/4448928514973732289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/4448928514973732289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemscientist.blogspot.com/2011/10/pagi-ini-ingin-optimis.html' title='Pagi Ini Ingin Optimis!'/><author><name>moslemscientist.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06295526994423524192</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji7n8B6Yla8/TcUc8ydoSyI/AAAAAAAAADg/sDdBjeHrF6M/s220/zaky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-964472145787465654.post-5886380724232163356</id><published>2011-09-23T18:16:00.000-07:00</published><updated>2012-01-18T23:29:51.732-08:00</updated><title type='text'>Cara untuk mendapatkan pengetahuan</title><content type='html'>Banyak cara untuk mendapatkan pengetahuan,diantaranya; &lt;br /&gt;1.Melalui pengalaman panca indera; dengan mengamati/melihat, mendengar, mencium bau, mencicipi dan meraba kita bisa mendapatkan informasi/data berupa pengetahuan.&lt;br /&gt;2.Dengan mendengarkan pendapat orang lain; dengan mendengarkan pendapat orang lain dan bertukar pikiran, kita akan mendapatkan pengetahuan baru atau juga memeriksa kebenaran dari sebuah pengetahuan yang sudah kita dapatkan sebelumnya.&lt;br /&gt;3.Menanyakan pada seorang ahli; tentu saja seorang ahli dalam bidang tertentu akan lebih meyakinkan pengetahuannya dibandingkan dengan mereka yang tidak mendalami bidang tersebut, namun ada hal yang masih perlu diingat bahwa seorang ahli pun bisa salah, tergantung pada jenis pertanyaan yang dilontarkan si penanya, karena kebanyakan para ahli masih terfokus dengan apa yang mereka pelajari dari pendidikannya maupun dari pengalamannya.&lt;br /&gt;Dengan berdasar pada teori di atas, maka perlu bagi kita untuk mencari pengetahuan itu tidak hanya dengan menggunakan kemampuan panca indera kita sendiri melainkan dengan bertukar pikiran dengan dengan orang lain dan jika memungkinkan bertanya pada seorang yang ahli dibidangnya, agar pengetahuan yang kita miliki tidak salah konsep. Selain daripada itu penting bagi kita untuk mengajarkan ilmu atau pengetahuan yang kita miliki kepada orang lain sebagai proses klarifikasi apakah pengetahuan yang kita miliki itu sudah benar konsepnya atau masih salah.&lt;br /&gt;Murid sebagai bagian dari proses pembelajaran bisa saja berperan sebagai orang yang bisa diajak untuk bertukar pikiran, sehingga seorang guru tidak perlu malu untuk menanyakan kepada seorang murid tentang apa yang mungkin siswa tersebut ketahui sedang kita sebagai guru belum mengetahui, disinilah proses tukar pikiran dapat berjalan dalam proses pembelajaran di kelas dan akan membuat kelas menjadi lebih inovatif tentunya.&lt;br /&gt;(Sumber: Fraenkel and Wallen;How to design and evaluate research in education)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/964472145787465654-5886380724232163356?l=moslemscientist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemscientist.blogspot.com/feeds/5886380724232163356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=964472145787465654&amp;postID=5886380724232163356' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/5886380724232163356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/5886380724232163356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemscientist.blogspot.com/2011/09/cara-untuk-mendapatkan-pengetahuan.html' title='Cara untuk mendapatkan pengetahuan'/><author><name>moslemscientist.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06295526994423524192</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji7n8B6Yla8/TcUc8ydoSyI/AAAAAAAAADg/sDdBjeHrF6M/s220/zaky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-964472145787465654.post-5674255966192641481</id><published>2011-09-12T16:37:00.000-07:00</published><updated>2011-09-12T21:15:06.371-07:00</updated><title type='text'>Menentukan skala prioritas dalam aktivitasku</title><content type='html'>Gaya masing-masing orang dalam menentukan skala prioritas tentu berbeda-beda begitu pun dengan hasil yang ingin dicapai; ada yang ingin hasil pekerjaan selalu sempurna, ada yang sedang-sedang saja, ada juga yang penting selesai, tiga hal ini boleh-boleh saja dilakukan tergantung situasi, kondisi dan kepentingan.&lt;br /&gt;Bentuk gaya yang mungkin sering saya lakukan dalam menentukan skala prioritas;&lt;br /&gt;-&gt;Tulis secara acak semua tugas/pekerjaan/rencana dalam catatan kecil beserta tanggal  deadline&lt;br /&gt;-&gt;Kerjakan dari yang termudah sampai yang tersulit&lt;br /&gt;-&gt;Kerjakan dari yang paling mendesak dalam hal waktu&lt;br /&gt;-&gt;Jangan terlalu banyak berpikir tetapi langsung saja kerjakan, karena dalam proses pengerjaan pun otomatis otak kita akan berpikir.&lt;br /&gt;-&gt;Lebih cepat menyelesaikan pekerjaan dan disempurnakan diakhir itu lebih baik daripada memikirkan kesempurnaan diawal yang belum tentu sempurna pada akhirnya.&lt;br /&gt;Jika berguna silahkan ambil, jika tidak cukup dibaca saja… terima kasih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/964472145787465654-5674255966192641481?l=moslemscientist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemscientist.blogspot.com/feeds/5674255966192641481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=964472145787465654&amp;postID=5674255966192641481' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/5674255966192641481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/5674255966192641481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemscientist.blogspot.com/2011/09/menentukan-skala-prioritas.html' title='Menentukan skala prioritas dalam aktivitasku'/><author><name>moslemscientist.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06295526994423524192</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji7n8B6Yla8/TcUc8ydoSyI/AAAAAAAAADg/sDdBjeHrF6M/s220/zaky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-964472145787465654.post-8988023988288884609</id><published>2011-06-30T18:00:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T18:01:33.785-07:00</updated><title type='text'>SK Tes Seleksi Sekolah Pascasarjana UPI 2011</title><content type='html'>http://sps.upi.edu/wp-content/uploads/2011/01/SK-Tes-Seleksi-2011-Fix.pdf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/964472145787465654-8988023988288884609?l=moslemscientist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemscientist.blogspot.com/feeds/8988023988288884609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=964472145787465654&amp;postID=8988023988288884609' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/8988023988288884609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/8988023988288884609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemscientist.blogspot.com/2011/06/sk-tes-seleksi-sekolah-pascasarjana-upi.html' title='SK Tes Seleksi Sekolah Pascasarjana UPI 2011'/><author><name>moslemscientist.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06295526994423524192</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji7n8B6Yla8/TcUc8ydoSyI/AAAAAAAAADg/sDdBjeHrF6M/s220/zaky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-964472145787465654.post-2769094167255464985</id><published>2011-06-08T19:09:00.000-07:00</published><updated>2011-06-08T19:11:23.272-07:00</updated><title type='text'>Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia</title><content type='html'>Sekolah Pasca Sarjana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPs UPI bertujuan menyiapkan para mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor (S3) untuk menjadi ilmuwan, tenaga kependidikan dan tenaga profesional lainnya yang memiliki kemampuan sebagai peneliti, perencana, pengembang, pemikir, dan praktisi  yang memiliki (a) wawasan yang luas dan kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan dengan segala aspeknya; (b) penguasaan yang mendalam dalam bidang ilmu yang menjadi keahliannya; (c) kemampuan meneliti, mengembangkan, merencanakan, dan mengelola pendidikan serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulusan SPs UPI diharapkan menampilkan diri sebagai pribadi yang memiliki integritas yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta  perkembangan masyarakat, mampu mengembangkan ilmu khususnya disiplin ilmu pendidikan dan pendidikan disiplin ilmu dan disiplin ilmu lainnya, serta secara terus menerus memotivasi diri sebagai ilmuwan. Profil tersebut dicapai dan dikembangkan melalui serangkaian proses pendidikan yang dilandasi komitmen pada mutu dan relevansi dalam bentuk perkuliahan, diskusi, seminar, penelitian dan penulisan tesis/disertasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status Akreditasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2002 untuk program Doktor (S3) dan tahun 2005 untuk program Magister (S2), semua Program Studi S2 dan S3 mendapatkan status akreditasi A (Unggulan), kecuali Program S2 Pendidikan Bahasa Jepang dan Program S3 Pendidikan IPS.  Beberapa  Program Studi untuk tahun 2008 sudah dilakukan evaluasi diri dan visitasi oleh Asesor BAN PT tinggal menunggu hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Studi dan Konsentrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini SPs UPI memiliki 20 Program Studi S2 dengan 46 konsentrasi dan 11 Program Studi S3 dengan 24 konsentrasi. Pada Program S3, pemilihan bidang konsentrasi bersifat fleksibel dan bergantung pada minat mahasiswa, yang dipenuhi melalui mata kuliah kajian mandiri dan penulisan disertasi dalam bidang konsentrasi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Program Studi Administrasi Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program S2 Administrasi Pendidikan memiliki tiga konsentrasi : Perencanaan dan Manajemen Pendidikan, Pengembangan SDM, dan Pengawasan Pendidikan. Program S3 memiliki empat konsentrasi : 1. Kebijakan Pengembangan Pendidikan Tinggi; 2. Kebijakan Pengembangan Pendidikan Dasar dan Menengah; 3. Kebijakan Pengembangan PLS; dan 4. Kebijakan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan.&lt;br /&gt;      Secara umum Program Studi Administrasi Pendidikan mengundang para mahasiswa dan dosen untuk: (a) memperluas, mempertajam, dan memperdalam kemampuan konseptual-teoretis; (b) memperluas, mempertajam, dan memperdalam kemampuan menerapkan konsep/teori sebagai alat deskripsi analisis-prediksi dan sebagai alat dalam memecahkan masalah empiris di bidang administrasi pendidikan; (c) mengembangkan kemampuan untuk menemukan gagasan, konsep, dan metode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dengan fokus utama pada produktivitas pendidikan, kerangka program studi ini antara lain meliputi bahasan tentang kedudukan sekolah, kepemimpinan, status, dan kompetensi tenaga kependidikan, fasilitas sekolah, fasilitas belajar-mengajar, sistem evaluasi, dan keuangan sekolah. Dengan tetap mengarahkan fokus utama pada produktivitas pendidikan, pada tingkat makro dan mikro kerangka program studi ini mencakup analisis sasaran tujuan, artikulasi berbagai nilai yang tersangkut, metodologi atau teknik-teknik yang digunakan, serta proses penyusunan kebijakan dan perencanaan, partisipasi organisasi pendidikan dan masyarakat pada umumnya. Dibahas pula implikasinya pada kriteria dan ukuran keberhasilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Lulusan program studi ini diharapkan menguasai disiplin ilmu administrasi pendidikan baik secara umum maupun dalam bidang konsentrasinya serta berusaha mengembangkannya melalui penelitian dan mampu mengalisis, menemukan gagasan, konsepsi, dan metode baru bagi kepentingan pembinaan administrasi pendidikan pada berbagai konteks dan tingkatan.&lt;br /&gt;   2. Program Studi Bimbingan dan Konseling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program S2 Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) konsentrasi :  1. Konsentrasi Pendidikan Konselor; 2. Konsentrasi Ilmu Bimbingan dan Konseling; 3. Konsentrasi Tes dan Pengukuran, dan 4. Konsentrasi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan. Program S3 memiliki 10 (sepuluh) bidang kajian mandiri : 1.  Filosofi dan Etika Konseling; 2. Bimbingan dan Konseling Sekolah; 3. Konseling Karir; 4.  Konseling Keluarga dan Setting Kemasyarakatan; 5.  Konseling Lintas Budaya; 6. Bimbingan dan Konseling Keagamaan di Perguruan Tinggi; 7. Manajemen Bimbingan dan Konseling; 8. Bimbingan dan Konseling Berkebutuhan Khusus; 9. Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan; 10. Tes dan Pengukuran dalam Konseling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Secara keseluruhan, Program Studi Bimbingan dan Konseling bertujuan menghasilkan pakar dan praktisi di bidang bimbingan dan konseling yang dapat melaksanakan tugas-tugas profesional sebagai tenaga pengajar, praktisi, peneliti, dan pengembang di lingkungan pendidikan dasar, menengah, pendidikan tinggi, pendidikan luar biasa, serta pada jalur pendidikan luar sekolah (kemasyarakatan). Selaras dengan kecenderungan yang terjadi dewasa ini, melalui bidang-bidang konsentrasi, diberikan pula perhatian terhadap konseling antar-budaya, aplikasi teknologi dalam konseling, tes dan pengukuran, pendidikan untuk pengembangan kreativitas dan anak berbakat, dan pendidikan anak usia dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, para lulusan diarahkan untuk: (a) menguasai secara komprehensif prinsip-prinsip, teori-teori, dan aplikasi bimbingan dan konseling baik sebagai ilmu maupun sebagai praktik pelayanan; (b) menguasai secara mendalam landasan-landasan psikologis, pedagogis, antropologis, dan sosiologis bimbingan dan konseling; (c) memiliki keterampilan dalam penelitian dan pengembangan di bidang bimbingan dan konseling; (d) mempunyai keterampilan dan sikap-sikap yang menunjang pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kepada pihak-pihak yang memerlukan, baik pada lingkungan sekolah, keluarga, industri, maupun pendidikan luar sekolah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Program Studi Pengembangan Kurikulum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Studi Pengembangan Kurikulum yang dibuka sejak tahun 1968 (untuk jenjang Magister) dan 1978 (untuk jenjang Doktor) memiliki visi menjadi salah satu pusat keunggulan (center of exellence) bagi pengembangan dan penyebarluasan ilmu dan keahlian dalam bidang kurikulum dan pengajaran pada  tingkat  regional,  nasional,  dan  internasional  yang  secara  signifikan  mampu mendorong peningkatan mutu dan kinerja sistem pendidikan di Indonesia. Berdasarkan visi tersebut, maka Program Magister memiliki tujuan menyiapkan peserta untuk menjadi pengembang dan pengelola kurikulum pada tingkat institusional, regional, dan nasional, serta pendidik profesional pada berbagai satuan dan tingkat pendidikan; sedangkan Program Doktor memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam meneliti dan mengembangkan konsepsi, teori, dan metode baru dalam kurikulum dan pengajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam rangka mencapai tujuan, lulusan program S2 diharapkan memiliki (a) penguasaan ilmu kurikulum dan pengajaran, (b) kemampuan menerapkannya dalam pengembangan kurikulum dan pengajaran pada tingkat regional dan nasional. Lulusan program S3 diharapkan memiliki (a) penguasaan total bidang keilmuan/keahlian dalam kurikulum dan pengajaran, (b) kreativitas dalam melahirkan konsep, pendekatan, dan model kurikulum dan pengajaran, yang menjadikan mereka inovator dan pemimpin dalam bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Magister (S2)  Pendidikan Luar Sekolah  (PLS) memiliki empat konsentrasi :  Pelatihan dan Pengembangan SDM, Penyuluhan Masyarakat, Pendidikan Kehidupan Masyarakat, dan Pendidikan Pembelajaran Jarak Jauh. Program Doktor (S3) memiliki tiga konsentrasi :  Pendidikan Orang Dewasa, Pelatihan dan Pengembangan SDM, dan Pendidikan Jarak Jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Magister (S2) PLS bertujuan  menghasilkan pendidik (Pelatihan, pembelajaran, pembimbing), pengelola, penilai, dan peneliti dalam bidang PLS  yang mencakup pendidikan Nonformal (PNF) dan Informal (PIF), Lulusan program PLS diharapkan memiliki  kemampuan sebagai tenaga profesional dengan dilandasi penguasaan konsep, teori, dan prinsip-prinsip PLS beserta aplikasinya dalam berbagai program berdasarkan satuan, jenis, dan lingkup PLS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program  Doktor (S3) PLS bertujuan  menghasilkan ilmuwan, pendidik, pemikir, perencana, peneliti, dan pengembang PLS (Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal) yang menguasai konsep, teori, dan prinsip-prinsip PLS, strategi dan teknologi untuk aplikasi konsep dan teori PLS, serta mampu melakukan inovasi  konsep  dan aplikasinya dalam pengembangan jalur, satuan, jenis, dan lingkup program PLS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Magister (S2)  Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki enam konsentrasi : Pendidikan IPS Umum, Pendidikan IPS SD, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Geografi, Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Bisnis. Program Doktor (S3) memiliki tiga konsentrasi : Pendidikan Sejarah,  Pendidikan Geografi, dan Pendidikan Ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Studi Pendidikan IPS bertujuan untuk: (a). Menghasilkan tenaga kependidikan dan tenaga social studies yang profesional dan berdaya saing global; (b). Menghasilkan lulusan yang peka terhadap pembangunan masyarakat dan mampu memecahkan masalah-masalah sosial; (c). Menghasilkan lulusan yang mempunyai integritas tinggi berwawasan holistik, baik selaku individu, anggota masyarakat maupun warganegara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dengan kemampuan-kemampuan tersebut, para lulusan diharapkan dapat memiliki : (a). Wawasan dan pengetahuan yang luas serta kepedulian yang tinggi terhadap masalah kependidikan dan masalah sosial budaya; (b). Ahli social studies yang profesional; (c).  Kemampuan yang tinggi sebagai peneliti, pengembang, perencana, pengelola dan desiminator ilmu pengetahuan sosial (Social Studies) dan bidang-bidang lainnya yang terkait dengan pembangunan masyarakat; (d). Keterampilan dalam pemecahan masalah-masalah sosial budaya baik di dunia pendidikan maupun non kependidikan; (e). Wawasan ilmiah, edukatif, religius dan berbudaya Indonesia yang unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Magister (S2)  Pendidikan Ilmu Pengetahuan (IPA) memiliki enam   konsentrasi : 1. Pendidikan IPA SD; 2. Pendidikan Fisika Sekolah Lanjutan; 3. Pendidikan Kimia Sekolah Lanjutan; 4. Pendidikan Biologi Sekolah Lanjutan; 5. Pendidikan Lingkungan; dan 6. Pendidikan Ilmu Kebumian dan Antariksa. Program Doktor (S3) tidak memiliki konsentrasi secara eksplisit, namun minat mahasiswa disalurkan melalui mata kuliah kajian mandiri dan penulisan Disertasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Studi Pendidikan IPA SPs UPI bertujuan menjadi pusat terkemuka dalam menyiapkan tenaga ahli Pendidikan IPA melalui penelitian, pengembangan dan penyebarluasan teori-teori dan prinsip-prinsip pendidikan IPA, sebagai wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang memiliki literasi sains dan teknologi. Program studi ini  akan dikembangkan menjadi pelopor pembaharuan pendidikan IPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Lulusan program studi S2 mempunyai kemampuan akademik maupun profesional dalam Pendidikan IPA, sebagai guru bina, serta selalu berusaha mengembangkan profesionalismenya melalui kegiatan penelitian sesuai dengan bidang konsentrasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Lulusan program S3  sebagai ilmuwan Pendidikan IPA mempunyai kemampuan mengkaji, menemukan dan mengembangkan teori-teori dan prinsip-prinsip Pendidikan IPA yang inovatif dan mampu memberikan sumbangan untuk pengembangan pendidikan IPA di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   7. Program Studi Pendidikan Matematika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Magister (S2) Pendidikan Matematika memiliki dua konsentrasi : Pendidikan Matematika Sekolah Dasar, dan Pendidikan Matematika. Bidang konsentrasi pada  Program Doktor (S3) tidak dicantumkan secara ekplisit, namun minat mahasiswa diwadahi dalam mata kuliah – mata kuliah Perkembangan Mutakhir dan isu-isu global dalam Pendidikan Matematika, Kajian Mandiri, Analisis Hasil Penelitian Internasional Pendidikan Matematika, dan Penulisan Disertasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Program Studi Pendidikan Matematika bertujuan: (a) menghasilkan lulusan yang mampu mendidik calon guru dan melakukan supervisi kepada guru Matematika di sekolah dasar dan sekolah menengah, serta   menjadi   praktisi   pendidikan   matematika;  (b)  menghasilkan peneliti dan pemikir dalam bidang pendidikan matematika; (c) mengembangkan, memutakhirkan, dan menerapkan pendidikan matematika; (d) menyebarkan hasil-hasil penelitian tentang pendidikan matematika dan melakukan kaji tindak untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Lulusan Program Studi ini diharapkan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kemandirian yang kuat, menguasai secara luas dan mendalam bidang pendidikan matematika, mampu mengembangkan konsep pendidikan matematika dan menerapkannya dalam praktik pendidikan, dan secara terus menerus meningkatkan kemampuan diri serta menyumbangkan kemampuannya kepada dunia pendidikan dan masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   8. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sejak tahun 1974 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki visi dan misi untuk tampil sebagai salah satu program yang memiliki keunggulan dalam bidang kebahasaan, kesastraan, metodologi pendidikan dan pengajaran bahasa dan sastra, serta penelitian pendidikan dan pengajaran bahasa dan sastra. Dengan demikian, program ini dapat menghasilkan lulusan yang profesional dalam bidang pendidikan bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Visi  Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia adalah untuk menjadi salah satu pusat keunggulan (Center of Excellence) dalam pengembangan  dan penyebar Iptek dan penyiapan SDM. Untuk menjangkau tujuan ke depan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia berselaras dengan pengembangan  visi UPI, menjadi pelopor dan unggul (a leading and outstanding) dalam disiplin ilmu pendidikan. Adapun misi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia adalah untuk menyelenggarakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         1. Pendidikan doktor kependidkan dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia&lt;br /&gt;         2. Penelitian dan pengembangan keilmuan bahasa dan sastra Indonesia&lt;br /&gt;         3. Penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bdang disiplin dan permasalahan pendidikan/pengajaran bahasa dan sastra Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Selanjutnya Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki sasaran, yaitu menghasilkan: &lt;br /&gt;         1. Lulusan doktor kependidikan bahasa dan sastra Indonesia sebagai ilmuan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan tenaga profesional yang beriman, bertaqwa, dan profesional.&lt;br /&gt;         2. Temuan dan karya-karya penelitian ilmiah di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   9. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Magister dan Doktor  Pendidikan Bahasa Inggris menyiapkan tenaga ahli dalam bidang Pendidikan Bahasa Inggris, yang dapat berperan sebagai pengajar,  pemikir, peneliti dan pengamat yang profesional dan handal di bidang ini dan dapat memanfaatkan sumber-sumber belajar-mengajar termasuk yang dapat diakses melalui teknologi komputer dan informasi, sehingga penelitian dan pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia dapat secara sinambung dikembangkan. Program Doktor  pendidikan Bahasa Inggris dimaksudkan untuk menyiapkan tenaga kependidikan yang memiliki keahlian dan wawasan yang luas mengenai pengetahuan dan pengajaran bahasa Inggris sehinga para siswa di program ini akan menjadi tenaga pengajar yang profesional yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas dalam bidang teori kependidikan Bahasa Inggris dan juga keahlian teknisnya serta menaruh kepedulian untuk menumbuh-kembangkan teori serta praktik kependidikan melalui penelitian-penelitian yang berkaitan dengan pedagogi Bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Magister dan Doktor lulusannya diharapkan dapat memahami metode penelitian dalam pendidikan dan pengajaran Bahasa Inggris dan mempunyai keterampilan untuk meneliti berbagai masalah berkaitan dengan pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia khususnya dan kontek lain umumnya. Program Magister dan Doktor diharapkan juga untuk mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan pengajaran Bahasa Inggris mutakhir baik di Indonesia maupun negara lain. Pendidikan Bahasa Inggris untuk konteks Indonesia dengan fokus kepakaran yang unik sesuai dengan tuntutan pendidikan dan pengajaran sebagai suatu disiplin keilmuan, menawarakan tiga opsi fokus kajian kepakaran utama, yang dapat dipilih dari lima rumpun mata kuliah studi mandiri/seminar, yaitu (1) Linguistic Studies, (2) EFL Curiculum/Program Development &amp; Evaluation, (3) Theoretical Models on Second/Foreign Language Acquisition &amp; Teaching, (4) Theretical Models in Translation Studies, and (5) Literacy Studies and Literacy Criticism, (6) Metodologi Penelitian / Research Methodology.&lt;br /&gt;  10. Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam rangka mengantisipasi persaingan dan kerjasama global bangsa Indonesia memerlukan SDM yang tangguh dan memiliki keterampilan berkomunikasi dalam bahasa asing, antara lain bahasa Jepang. Kerjasama ekonomi dan kebudayaan semakin baik antara Indonesia dan Jepang menuntut adanya SDM yang bukan hanya mampu berbahasa Jepang, tapi juga memahami  budaya Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Studi Pendidikan bahasa Jepang SPs UPI adalah satu-satunya Program Studi yang menyelenggarakan program magister (S2) di Indonesia. Program Studi ini mengemban misi : (1) mencetak lulusan yang berwawasan luas dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap permasalahan pendidikan bahasa Jepang pada khususnya dan pendidikan pada umumnya; (2) menghasilkan lulusan yang menguasai pengetahuan bahasa dan budaya Jepang serta memiliki kemampuan mentransfer pengetahuan tersebut kepada orang lain; (3) menghasilkan lulusan yang mampu meneliti dan mengembangkan pendidikan bahasa Jepang; (4) menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengelola dan meningkatkan pelaksanaan  tugas profesionalnya dalam pendidikan bahasa Jepang. Dengan kata lain, program studi ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai sikap profesional dalam bidangnya dan&lt;br /&gt;      mampu mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu pendidikan bahasa Jepang baik yang bersifat teoritis maupun aplikatif dalam pembelajaran bahasa Jepang.&lt;br /&gt;  11. Program Studi Pendidikan Umum (Pendidikan Nilai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Magister (S2) Pendidikan Umum memiliki tiga kajian : Pendidikan Nilai, Ilmu Pendidikan Agama, dan Filsafat Pendidikan. Program Doktor (S3) memiliki tiga kajian : Filsafat Pendidikan, Sosiologi Pendidikan, dan Ilmu Pendidikan Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Magister Pendidikan Umum bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan: (a) melakukan pengkajian tentang pribadi manusia Indonesia seutuhnya yakni manusia beriman dan bertaqwa, terintegrasi dan terdidik seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional; (b) mengembangkan kemampuan dalam memahami dan menerapkan berbagai konsep, teori, dan metode baru dalam pendidikan nilai dan watak; (c) merancang dan melaksanakan pembinaan sikap dan nilai pada peserta didik; dan (d) mengaplikasikan teori-teori pendidikan ke dalam praktik pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Doktor Pendidikan Umum bertujuan menghasilkan lulusan yang mampu: (a) menampilkan gagasan-gagasan kreatif yang dapat diterapkan dalam mengembangkan pendidikan pada umumnya dan pendidikan nilai dan watak pada khususnya; (b) melakukan kajian dan penelitian mandiri sehingga mampu menghasilkan temuan-temuan yang bernilai tinggi bagi pengembangan teori dan atau praktik pendidikan nilai dan watak pada jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah&lt;br /&gt;      dengan dilandasi penguasaan yang kokoh terhadap ilmu pendidikan.&lt;br /&gt;  12. Program Studi Pendidikan Olahraga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Magister (S2)  bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berperan sebagai: (a) peneliti, pemikir, dan penganalisis  masalah pendidikan jasmani dan olahraga dalam berbagai aspek dan tingkatannya; (b) pendidik dan pelatih olahraga di berbagai lingkungan pendidikan sekolah maupun luar sekolah; (c) Konsultan atau konselor untuk memberikan layanan dalam pemecahan masalah kesehatan, kebugaran jasmani, pendidikan olahraga, dan prestasi olahraga; (d) pengelola atau manager profesional di bidang pendidikan jasmani dan olahraga, dan  (e) perencana dan ahli desain program dalam bidang pendidikan jasmani, olahraga kesehatan, olahraga rekreasi, dan olahraga prestasi. Tujuan yang hendak dicapai melalui program Doktor (S3) Ilmu Keolahragaan Spesialisasi Pedagogi Olahraga adalah (mendidik tenaga ahli di bidang pedagogi olahraga yang komprehensif dalam metodologi dan disain penelitian untuk masalah-masalah di bidang pedagogi olahraga; (b) menyiapkan tenaga ahli yang mampu mengembangkan perencanaan program dalam sebuah kesisteman, dan mahir dalam memecahkan masalah-masalah kependidikan dalam konteks keolahragaan, dan (c) menyiapkan tenaga-tenaga pemimpin nasional di bidang pedagogi olahraga dalam konteks pendidikan sekolah dan luar sekolah, di dalam semua kegiatan olahraga dengan intensi kependidikan.&lt;br /&gt;  13. Program Studi Pendidikan Seni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Magister (S2) Pendidikan Seni memiliki tiga  konsentrasi : Pendidikan Seni Musik, Pendidikan Seni Tari, dan Pendidikan Seni Rupa. Pengembangan Magister Pendidikan Seni didorong oleh semangat untuk menghasilkan peserta didik yang mampu mengapresiasi seni dan menghasilkan pencipta seni yang kreatif dan inovatif, baik di tingkat sekolah dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi. Dalam era globalisasi sekarang ini Indonesia memerlukan pencipta-pencipta seni yang berkepribadian Indonesia yang memiliki integritas tinggi dalam melestarikan dan mengembangkan seni tradisional sebagai akar budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Magister Pendidikan Seni diharapkan mampu menghasilkan tenaga ahli di bidang pendidikan seni untuk memecahkan masalah pendidikan seni secara sistematis melalui kajian disiplin ilmu pendidikan seni dengan pendekatan interdisipliner. Lebih khusus lagi, Program Magister Pendidikan Seni bertujuan (1) menyiapkan pakar pendidikan seni yang memiliki kelayakan mengajar pada jenjang perguruan tinggi, (2) menyiapkan ahli pendidikan seni yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan seni di masyarakat, dan (3) menyiapkan ahli pendidikan seni yang mampu menggali seni tradisi sebagai sumber inspirasi untuk pengembangan pendidikan seni di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kurikulum Magister Pendidikan Seni  terdiri dari tiga kelompok mata kuliah  : (1) mata kuliah landasan kependidikan, (2) mata kuliah dasar umum bagi ketiga konsentrasi, dan (3) mata kuliah khusus bagi konsentrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  14. Program Studi Pendidikan Kebutuhan Khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kebutuhan bagi peningkatan mutu para profesional dalam bidang pendidikan kebutuhan khusus, termasuk guru-guru dan para administratornya, telah melahirkan keharusan dibukanya Magister Pendidikan Kebutuhan Khusus. Kebutuhan akan tenaga profesional yang memiliki kualifikasi pendidikan S2 merupakan kebutuhan yang sesuai dengan realitas sosial. Dalam format pengembangan UPI BHMN kehadiran program studi ini tidak lepas dari upaya mengembangkan UPI menjadi Center of Excelence dalam bidang pendidikan khusus yang secara terus-menerus mengembangkan pemahaman baru tentang kebutuhan khusus dalam bidang pendidikan guna mengembangkan layanan pendidikan yang lebih baik bagi semua anak, baik dalam konteks persekolahan maupun non persekolahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Secara khusus misi  program studi ini adalah : (1) Mengembangkan SDM yang memiliki kemampuan mengelola pendidikan kebutuhan khusus, (2) Mengembangkan konsep keilmuan melalui penelitian dan praktek dalam pendidikan kebutuhan khusus, dan (3) Mengembangkan kerjasama yang erat dengan berbagai perguruan tinggi lainnya dan lapangan demi meningkatkan kualitas pendidikan kebutuhan khusus, baik pada tataran dan lingkup nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Struktur kurikulum Program Studi Pendidikan Kebutuhan Khusus untuk S2 ini terdiri atas Komponen Mata Kuliah Landasan Keilmuan dan Pendidikan (10-12 sks), Mata Kuliah Program Studi/Spesialisasi (23-25 sks), dan Tesis (8 sks).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  15. Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pengembangan Program Magister dan Doktor Pendidikan Kewarganagaraan merupakan manifestasi kepedulian Sekolah Pascasarjana UPI terhadap krisis pendidikan, khususnya dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan. Pada dewasa ini, kajian pendidikan kewarganegaraan menuntut  adanya revitalisasi konseptual baik dalam tataran epistemologis, kurikulum pembelajaran, maupun tenaga kependidikannya untuk mempersiapkan tenaga profesional yang berkualitas dalam melaksanakan pendidikan kewarganegaraan di lingkungan pendididikan dasar, menengah dan tinggi. Program   Magister dan  Doktor  Pendidikan  Kewarganegaraan  dirancang  untuk : (1) Menyiapkan tenaga ahli  profesional di bidang Ilmu dan Pendidikan Kewarganegaraan yang didukung dengan kemampuan akademik secara multi/interdisipliner; (2) Menyiapkan tenaga ahli yang mampu melakukan analisis dan pemecahan masalah-masalah politik, hukum, kenegaraan, ekonomi, dan sosial budaya, serta mengembangkan perencanaan program untuk tujuan pendidikan kewarganegaraan; (3) Menyiapkan tenaga ahli yang memiliki kemampuan dalam penelitian, kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan kebijakan publik di tingkat nasional, regional,  dan internasional; (4) Menyiapkan tenaga ahli pendidikan kewarganegaraan, hukum, dan politik yang profesional dan mampu mengembangkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Magister ditempuh dalam 3 (tiga) semester perkuliahan, dan (1) satu semester penulisan tesis. Beban studi 50 sks terdiri atas kelompok mata kuliah : Landasan Keilmuan dan Pendidikan 10 sks, Program Studi 24 sks, dan Tesis 8 sks. Program Doktor ditempuh dalam (3) semester perkuliahan, dan 2 (dua) semester penulisan disertasi. Beban Studi 48-50 sks bagi yang bidang S2-nya bidang Pendidikan Kewarganegaraan, dan 58-64 sks bagi mahasiswa lintas bidang studi. Kelompok mata kuliah terdiri atas : Landasan Keilmuan dan Pendidikan 8 sks, Program Studi 27 sks, dan Disertasi 15 sks.&lt;br /&gt;  16. Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pengembangan Program Magister Pendidikan Bahasa Perancis merupakan upaya Sekolah Pascasarjana UPI dalam merespons peluang untuk memperluas wawasan kebahasaan dan kebudayaan Perancis, dan dalam rangka menjawab tantangan pada masa yang akan datang. Misi yang diemban oleh Program Studi ini adalah : (1) Meningkatkan kualifikasi dan profesionalisme tenaga pengajar Bahasa perancis di perguruan tinggi dan sekolah menengah di Indonesia, dan (2) Menyiapkan dan meningkatkan tenaga profesional serta profesi lainnya yang berkaitan dengan bahasa Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Lulusan Jenjang S2 Pendidikan Bahasa Perancis diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut : (1) Berpikir kritis dan inovatif bagi pengembangan pendidikan bahasa, budaya dan sastra Perancis, (2) Melakukan penelitian dalam bidang pendidikan bahasa, budaya dan sastra Perancis, (3) Menerjemahkan baik secara lisan maupun tulisan, dan (4) Berpartisipasi secara aktif dalam pertukaran informasi antarlembaga dan antarbangsa, dalam pengembangan bahasa, budaya, dan sastra Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kurikulum Program Magister Pendidikan Bahasa Perancis terdiri atas mata rumpun kuliah landasan keilmuan dan pendidikan (10 sks) serta mata rumpun kuliah khusus (32 sks). Kedua komponen mata kuliah tersebut diberikan di semester ke 1, 2, dan 3, dan semester 4 difokuskan untuk penulisan tesis (8 sks).&lt;br /&gt;  17. Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pengembangan Program Magister Pendidikan Teknologi dan Kejuruan merupakan upaya Sekolah Pascasarjana UPI menghadapi tantangan peningkatan mutu tenaga profesional dalam bidang pendidikan teknologi dan kejuruan pada jenjang Magister dan Doktor. Program ini dikembangkan sebagai pusat pendidikan dan kajian ilmu pendidikan teknologi dan kejuruan yang bertaraf internasional. Program S2 dan S3 ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengembangkan ilmu pendidikan vokasional, meningkatkan mutu pendidikan teknologi dan kejuruan, melalui kajian dan atau penelitian secara profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kurikulum Program Magister ini menawarkan beban belajar sebanyak 48 sks   dengan lama studi 24 bulan, dan Program Doktor menawarkan beban belajar sebanyak 50 sks dengan lama studi 36 bulan. Adapun Tesis dan Disertasi diarahkan untuk mengkaji masalah-masalah : Peningkatan kinerja institusi pendidikan teknologi dan kejuruan di kabupaten/kota, peningkatan mutu PBM, pemasaran lulusan SMK dan produk teknologi, dan peningkatan hubungan dan kerjasama antara pendidikan dengan industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  18. Program Studi Linguistik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pengembangan Program Studi Linguistik pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia  merupakan upaya untuk merespon  kebutuhan  untuk mengkaji fenomena kebahasaan dalam kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Studi Linguistik dirancang khusus agar menjadi wahana pembelajaran yang tepat bagi para calon bahasawan di negeri ini dalam : (1) membentuk landasan yang kokoh dalam  kerangka pengembangan ilmu kebahasaan, (2) menyikapi secara kritis berbagai fenomena kebahasaan yang muncul di lingkungan masyarakat penutur bahasa, (3) membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang terkait dengan bidang kebahasaan, dan (4) mendorong terjadinya pencerahan dan pemberdayaan warga masyarakat penutur bahasa sehingga dapat secara bersama-sama menjadi  warga masyarakat yang kritis dan cerdas dalam melihat fenomena kebahasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Studi Lingistik pada tingkat Magister memiliki beban belajar sebanyak 50 sks yang dirancang untuk dapat diselesaikan dalam rentang waktu 3 semester perkuliahan tatap muka, ditambah sejumlah studi lapangan, dan dilanjutkan dengan penulisan tesis sebagai laporan akhir program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  19. Program Studi Manajemen Bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pembukaan Program Studi Magister Manajemen Bisnis (M2B) pada Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia Badan Hukum Milik Negara (UPI-BHMN) merupakan keputusan stratejik dalam merespon perubahan tuntutan lingkungan dan persaingan. Sejumlah faktor stratejik eksternal menunjukkan pasar program studi magister manajemen dalam bidang bisnis, baik pada sisi input maupun output, sangat dinamis. Dalam hal ini, UPI-BHMN memiliki sumber daya yang sangat potensial untuk meresponnya. Kekuatan utama Program Studi M2B pada SPs UPI-BHMN terletak pada core-business UPI dan learning-curve dalam bidang pendidikan dan pembelajaran, serta prospek karir program studi ini. Ini merupakan sumber keunggulan program studi tersebut dalam menciptakan, menawarkan, dan memberikan nilai jasa yang superior bagi mahasiswa dan stakeholder lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Studi M2B memposisikan diri sebagai pusat keunggulan Magister Manajemen Bisnis di Indonesia yang mampu merespon perubahan lingkungan global dan persaingan melalui pendekatan pendidikan. Lulusan memiliki prospek karir sebagai pakar dan praktisi manajemen bisnis pada level manajer yang handal, berpikir dan bertindak stratejik, memiliki tingkat adaptabilitas yang tinggi, serta terampil membangun dan memanfaatkan jaringan kerja untuk tugas-tugas profesionalnya. Mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikannya sesuai dengan ketentuan akademik dan administratif, berhak menyandang gelar Magister Manajemen atau disingkat MM dan berhak melanjutkan studi ke jenjang pendidikan S3/Doktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program studi ini menawarkan empat konsentrasi kajian, yaitu (1) Konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia, (2) Konsentrasi Manajemen Keuangan, (3) Konsentrasi Manajemen Pemasaran, dan (4) Konsentrasi Manajemen Perpajakan. Perkuliahan dilaksanakan untuk 3 semester yang dilanjutkan dengan penulisan tesis di semester ke 4 dengan beban studi keseluruhan sebanyak 48-50 sks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  20. Program Studi Pendidikan Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Studi Pendidikan Dasar SPs UPI merupakan program magister baru yang dibuka tahun akademik 2006/2007. Tujuan program ini adalah menyediakan tenaga ahli     tingkat magister bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar pada level operasional. Selain itu program ini diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga dasar untuk pendidikan guru anak usia dini (PG PAUD) dan PGSD PGMI pada lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK). Sejalan dengan peningkatan kualifikasi akademik guru TK/RA dengan guru SD/MI sesuai dengan tuntutan perundangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program magister pendidikan  dasar ini  dikemas dalam  program kuliah sejumlah 50 sks untuk 4 semester. Program studi ini mengembangkan perkuliahan yang mencakup 6 (enam) konsentrasi, yaitu Pendidikan anak usia dini (PAUD), IPS SD, Sains SD, Matematika SD, Bahasa Indonesia SD, dan Pendidikan jasmani dan kesehatan SD. Pola pembelajaran pada program studi berorientasi pada pendekatan terpadu dalam pengembangan disiplin ilmu bidang terkait dan pengembangan kebijakan pembangunan pendidikan dasar dalam sistem pendidikan nasional.&lt;br /&gt;  21. Program Studi Pendidikan Geografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Program Magister Pendidikan Geografi UPI dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan pedagogis, personal, sosial, dan profesional mahasiswa. Lulusan, diharapkan memiliki kompetensi yang komprehensif dalam hal: kemampuan pembelajaran; penguasaan konten, dan kemampuan meneliti terkait dengan pembelajaran. Kemampuan konten geografi yang cukup mendalam, diharapkan membekali lulusan yang bekerja di luar bidang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kurikulum dirancang untuk meningkatkan pengetahuan guru tentang bidang geografi dan sekaligus menerapkannya dalam pembelajaran. Sejumlah mata kuliah (MK) dirancang berorientasi pada kajian pedagogis dan aplikasinya dalam pembelajaran geografi, sedangkan mata kuliah keilmuan geografi selain untuk memperdalam konten geografi juga diarahkan untuk mengembangkan model-model pembelajaran geografi. Total SKS yang harus diselesaikan oleh mahasiswa sejumlah 48 SKS, yang terdiri atas 8 SKS MK landasan keahlian; 4 SKS MK kuliah pilihan; dan 36 SKS MK Keahlian Utama. Sejumlah MK ini dirancang untuk dapat diselesaikan oleh mahasiswa dalam kurun waktu 18 bulan - 36 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf pengajar SPs UPI berjumlah 247 orang dengan kualifikasi Guru Besar dan Doktor serta beberapa staf bergelar Master/Magister yang memberikan asistensi karena keahliannya. Mereka berasal dari UPI dan berbagai perguruan tinggi lain seperti ITB, UNPAD, UGM,  dan UNJ (Universitas Negeri Jakarta). Dengan keterlibatan dalam interaksi intelektual dangan tenaga pengajar yang berbeda latar belakangnya tersebut, para mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengayaan dari berbagai sumber yang berbeda-beda pemikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana/fasilitas penunjang kegiatan akademik yang tersedia di SPs UPI adalah gedung baru  enam lantai dengan fasilitas lift, terdiri atas ruang kantor administrasi, ruang perkuliahan/ujian yang nyaman dilengkapi OHP dan LCD, auditorium, ruang dosen/bimbingan, ruang rapat/diskusi, ruang multimedia, internet access, ruang teleconference, laboratorium komputer, laboratorium olahraga, laboratorium konseling dan kantin. Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh para mahasiswa, dosen dan pegawai. Berdasarkan prinsip pemanfaatan bersama (resource sharing), untuk kegiatan praktikum, mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia di fakultas-fakultas di lingkungan UPI.&lt;br /&gt;Dalam rangka memaksimalkan pemanfaatan teknologi internet untuk menunjang proses pembelajaran, para mahasiswa dilatih dan didorong untuk mampu mengakses internet dan menggunakan fasilitas e-mail untuk berkonsultasi dengan dosen, di mana pun mereka berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah dosen telah mulai memberikan tugas-tugas perkuliahan dengan mengacu kepada alamat-alamat terpilih di websites dan memberikan konsultasi penulisan tesis dan disertasi serta penyerahan tugas perkuliahan melalui e-mail. Para mahasiswa juga dapat membuka sendiri alamat e-mailnya pada homepage SPs UPI, yaitu di http://sps.upi.edu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa dan Biaya Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tersedia bagi mahasiswa S2 dan S3 yang memenuhi persyaratan, yaitu: (1) tenaga akademik perguruan tinggi berstatus PNS atau tenaga tetap yayasan; (2) memiliki Indeks Prestasi yang baik di S1/S2; (3) mencapai skor yang tinggi dalam tes seleksi masuk; (4) tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain; (5) berumur tidak lebih dari 45 tahun pada saat melamar/diusulkan. Pembatasan umur dimaksudkan untuk mengantisipasi waktu penyelesaian studi dan masa efektif pengabdian lulusan setelah menempuh studi yang dibiayai oleh dana pemerintah.&lt;br /&gt;Di samping itu, mahasiswa yang dapat diusulkan untuk mendapatkan BPPS adalah mereka yang sedang menempuh perkuliahan namun tidak melebihi semester III (angkatan satu tahun sebelumnya).&lt;br /&gt;SPs UPI juga memfasilitasi mahasiswa yang tidak mendapatkan beasiswa untuk mendapatkan bantuan dana pendidikan/penelitian dari sumber-sumber lain.  Fasilitasi dimaksud lazimnya berbentuk pemberian informasi dan rekomendasi. Selama ini, berbagai peluang tersedia bagi mahasiswa berbagai peluang yang ditawarkan secara terbuka, baik dalam bentuk hibah maupun berdasarkan kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini, dari 2.685 mahasiswa S2/S3 SPs UPI, sekitar sepertiganya, adalah penerima beasiswa/bantuan pendidikan dari BPPS, Ditjen Diklusepa, Proyek PADU, dan Braillo Norway. Puluhan mahasiswa lainnya mendapatkan bantuan dana dari perusahaan-perusahaan, yayasan-yayasan, dan instansi tempat mereka bekerja (perguruan tinggi, BUMN, Pusdiklat, PPPG, BPG, dan Pemerintah Daerah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Kerjasama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPs UPI menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga dalam upaya memberi kesempatan studi lanjut program S2 dan S3 kepada sejumlah warga lembaga tersebut. Beberapa kerja sama yang telah dan sedang berlangsung di antaranya adalah dengan lembaga-lembaga  berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga  Kependidikan (P4TK) Bidang Mesin dan Teknik Industri Bandung (s.d semester genap tahun akademik 2008/2009) dalam rangka penyelenggaraan pendidikan program magister bagi 70 orang tenaga pendidikan di lingkungan P4TK Bidang Mesin dan Teknik Industri Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Palangkaraya (s.d semester genap tahun akademik 2008/2009) dalam rangka peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan STAIN Palang-karaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Yayasan Ahsanta Jambi dalam rangka pelaksanaan pendidikan program doktor administrasi pendidikan (selama 6 semester s.d semester genap tahun 2010) jumlah peserta 20 orang.&lt;br /&gt;   4. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional dalam rangka pemberian beasiswa program pascasarjana (BPPS) pendidikan program magister pendidikan dasar dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang (lanjutan tahun 2006).&lt;br /&gt;   5. Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Departemen Pendidikan Nasional dalam rangka pemberian beasiswa program unggulan pendidikan program magister (S2) pendidikan teknologi kejuruan bagi guru-guru SMKN dengan jumlah peserta sebanyak 17 orang (Empat ratus empat puluh empat juta seratus dua puluh lima ribu rupiah).&lt;br /&gt;   6. Direktorat Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister bagi guru-guru madrasah dan pegawai di lingkungan kanwil Depag dengan jumlah peserta sebanyak 90 orang.&lt;br /&gt;   7. Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister bagi dosen perguruan tinggi di lingkungan Direktorat Diktis Depag dengan jumlah peserta sebanyak 85 orang.&lt;br /&gt;   8. Pemerintah Provinsi Riau dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister dan doktor.&lt;br /&gt;   9. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister dan doktor.&lt;br /&gt;  10. Pemerintah Kota Batam dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister dan doktor.&lt;br /&gt;  11. Pemerintah Kabupaten Yopen Waropen dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama lainnya:&lt;br /&gt;Meskipun tidak melalui kerjasama formal, ada beberapa kecenderungan yang perlu dicatat pada latar belakang/asal mahasiswa SPs UPI. Kecenderungan yang dimaksud, antara lain, adalah bahwa jumlah mahasiswa S2/S3 dari kalangan dosen IAIN/STAIN meningkat tajam selama lima tahun terakhir. Di samping itu, terdapat puluhan mahasiswa yang dibiayai oleh lembaganya, antara lain dari kalangan instruktur/widyaiswara BPG dan LPMP, sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta, dan sejumlah BUMN; sementara instansi lain yang secara berkelanjutan mengirimkan mahasiswa tugas belajarnya adalah Pemda Riau, aceh dan lampung.  Dalam era otonomi Daerah kerjasama banyak dilakukan dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama Luar Negeri:&lt;br /&gt;Dalam pengembangan program, selama 15 tahun terakhir, SPs UPI menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri melalui tukar menukar tenaga pengajar, kerjasama penelitian dan informasi keilmuan, dan kegiatan akademik lainnya. Di antaranya adalah Ohio State University, State University of New York (Albany), University of Houston, University of San Fransisco, Deakin University, La Trobe University, University of Twente, University of Groningen, dan UPSI Malaysia, University Oslo Norway. Pada saat ini Asia Link menfasilitasi kerjasama dengan universitas di Asia dan Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profil Mahasiswa&lt;br /&gt;Pada tahun akademik 2007/2008, jumlah mahasiswa SPs UPI sebanyak 2.685 orang, terdiri atas 1.828 mahasiswa S2 dan 857 mahasiswa S3. Latar belakang mereka beragam: dosen, guru, instruktur diklat, pengelola dan pelaksana pendidikan di berbagai tataran mulai satuan pendidikan hingga pengambil keputusan tingkat lokal dan nasional, anggota legislatif, aktivis LSM, wartawan, serta ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;Meskipun belum cukup signifikan, saat ini ada sejumlah mahasiswa asing belajar di SPs UPI, yaitu dari Malaysia, Thailand, dan Jepang. Pada beberapa tahun ke depan, pengembangan program di SPs UPI akan juga diarahkan pada upaya mengakomodasi minat mahasiswa internasional melalui pilihan program yang tersedia, baik dengan menggunakan pengantar bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun, jumlah pendaftar ke SPs UPI cenderung meningkat hingga mencapai sekitar 1942 orang dengan latar belakang yang semakin beragam. Mereka terdiri atas pendaftar untuk program reguler, non reguler, dan program kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta.&lt;br /&gt;Pada saat ini, mahasiswa SPs UPI berasal dari sekitar 70 jenis latar belakang yang berbeda. Perkembangan lain ialah pada beberapa tahun terakhir, semakin meningkat mahasiswa yang belum memiliki pekerjaan tetap karena mereka langsung melanjutkan ke S-2 setelah lulus S-1 dengan biaya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian dan Pengembangan&lt;br /&gt;Dalam rangka peningkatan mutu melalui peningkatan keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan penelitian secara komprehensif dan terpadu, SPs UPI menyelenggarakan penelitian dan pengembangan. Di antaranya, mulai tahun 1997/1998 terdapat lima paket proyek penelitian yang terdiri atas empat paket URGE (University Research for Graduate Education) dan satu paket RUT (Riset Unggulan Terpadu).&lt;br /&gt;Topik-topik penelitian tersebut adalah: (1) Pengembangan Sistem Manajemen dan Peningkatan Mutu Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata,M.Pd.); (2) Pemberdayaan Sistem Perencanaan dan Manajemen Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Kinerja Sekolah (Prof. Dr. Abin Syamsudin Makmun, M.A.); (3) Pengembangan Model Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata); (4) Pengembangan Model Pengajaran IPA di SD dan bagi Guru SD (Prof. Dr. Achmad A. Hinduan, M.Sc.); (5) Model-model Kurikulum SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi (Prof. Dr. Mulyani Sumantri, M.Sc.), dan (6) Pengembangan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi pada Siswa Sekolah Menengah dan Mahasiswa Strata 1 melalui Berbagai Pendekan Pembelajaran (Prof. Dr. Utari Sumarmo). Penelitian sejenis ini juga dilakukan dengan berbagai sumber biaya, baik dari dalam maupun dari luar negeri.&lt;br /&gt;Proyek-proyek penelitian tersebut melibatkan puluhan dosen dan mahasiswa S2/S3 dan secara signifikan telah berhasil mempercepat masa studi mahasiswa yang terlibat serta meningkatkan mutu dan jumlah lulusan S2 dan S3.&lt;br /&gt;Di samping itu, para dosen SPs UPI juga melibatkan para mahasiswa yang dibimbingnya ke dalam berbagai kegiatan penelitian dan survei lapangan untuk berbagai topik penelitian. Hal ini memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mempraktikkan berbagai metode penelitian yang didapatnya dalam perkuliahan, termasuk dalam pengembangan dan validasi instrumen penelitian, pengumpulan data hingga analisis dan penulisan pelaporan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemahiran Berbahasa Inggris&lt;br /&gt;Dalam upaya peningkatan mutu, SPs UPI menetapkan bahwa setiap mahasiswa harus memiliki kemahiran berbahasa Inggris yang dibuktikan dengan skor TOEFL (Test of English as a Foreign Language)   450, dan untuk S2 Pendidikan Bahasa Inggris   500. Pelaksanaan tes bekerjasama dengan Balai Bahasa UPI.&lt;br /&gt;Mahasiswa yang belum mencapai skor yang dipersyaratkan, dianjurkan untuk mengikuti TOEFL preparation course yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa UPI. Untuk mencapai skor dimaksud, dapat juga mahasiswa belajar sendiri atau mengambil kursus di tempat lain, namun skor TOEFL yang diakui adalah yang dikeluarkan oleh Balai Bahasa UPI, lembaga penyelenggara TOEFL di perguruan tinggi atau lembaga yang dikenal kredibel, dan TOEFL Internasional. Masa berlaku skor TOEFL maksimal 2 tahun sejak skor diperoleh. Ketentuan ini berlaku juga bagi mahasiswa S3 yang ketika menempuh program S2 belum mencapai skor yang dituntut tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.upi.edu/profil/fakultas/sekolah-pasca-sarjana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/964472145787465654-2769094167255464985?l=moslemscientist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemscientist.blogspot.com/feeds/2769094167255464985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=964472145787465654&amp;postID=2769094167255464985' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/2769094167255464985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/2769094167255464985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemscientist.blogspot.com/2011/06/sekolah-pascasarjana-universitas.html' title='Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia'/><author><name>moslemscientist.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06295526994423524192</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji7n8B6Yla8/TcUc8ydoSyI/AAAAAAAAADg/sDdBjeHrF6M/s220/zaky.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-964472145787465654.post-5538621419295436455</id><published>2011-05-25T05:32:00.000-07:00</published><updated>2011-06-21T16:59:48.544-07:00</updated><title type='text'>Sumber Inspirasiku</title><content type='html'>Mereka yang menjadi sumber inspirasiku saat kuliah di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bapak Dedi Irwandi, M.Si&lt;br /&gt;Beliau pernah mengajarku mata kuliah Kimia Dasar I, Kimia Dasar II, Kimia Organik I, Kimia Organik II, dan Sintesis Kimia Organik. Beliau memiliki peran yang cukup penting dalam pengembangan Prodi Pendidikan Kimia UIN Jakarta. Beliau berperan sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Kimia sekaligus dosen pembimbing akademik mahasiswa Pendidikan Kimia angkatan 2006. Dan menjadi pembimbing II skripsiku saat aku kuliah S1 di Prodi Pendidikan Kimia UIN Jakarta. Beliau menjadi Sarjana Pendidikan di IKIP Padang jurusan Pendidikan Kimia dan beliau mendapatkan beasiswa Magister Sains di Universitas Andalas Padang. Hal yang dapat dijadikan inspirasi dari beliau adalah memiliki karisma sebagai pemimpin; tegas, disiplin, tanggung jawab, independen, profesional, santun, berwawasan luas, idealis, luwes, menerima pendapat, visioner, kooperatif, membangun, membimbing dan mengarahkan mahasiswanya atau lembaga yang beliau duduki sekarang, dan membangun generasi penerus yang semakin baik. Beliau adalah dosen yang membuatku mengerti arti kepercayaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ibu Dr. Zulfiani, M.Pd&lt;br /&gt;Beliau pernah mengajarku mata kuliah Filsafat Sains. Beliau menjadi sarjana sains di ITB jurusan Biologi dan menjadi Magister Pendidikan serta Doktor di UPI Bandung. Hal yang dapat dijadikan inspirasi dari beliau adalah cerdas, rendah hati, ramah, menyapa, idealis, berwawasan luas, visioner, membangun, membimbing dan mengarahkan mahasiswanya, terbuka, profesional, tanggung jawab, disiplin. Beliau adalah dosen yang membuatku mengerti  arti cinta membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bapak Prof. Dr. Sofyan yatim&lt;br /&gt;Beliau pernah mengajarku mata kuliah Kimia Fisik II, Kimia Fisik III, Kimia Pangan, dan Kimia Radiasi. Sebelum beliau pensiun beliau adalah Kepala Pusat Teknologi Pengolahan Limbah Radioaktif Badan Tenaga Atom Nasional, hingga sekarang beliau aktif mengajar di UIN Jakarta dan aktif kegiatan-kegiatan lain yang amat mulia. Beliau adalah Doktor dari ITB kimia. Hal yang dapat dijadikan inspirasi dari beliau adalah rendah hati, inspiratif, visioner, nasionalis, memikirkan kepentingan nasional, berwawasan luas, membangun mahasiswanya, membangun lembaga yang beliau tempati, dan beliau adalah sosok terbaik saat aku kuliah. Beliau adalah dosen yang membuatku berpikir dunia ini tak selebar daun kelor.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ibu Elin Driana, Ph.D&lt;br /&gt;Beliau pernah mengajarku mata kuliah Statistika Pendidikan. Beliau S2 dan S3 hingga menjadi Ph.D di Ohio University di USA. Hal yang dapat dijadikan inspirasi dari beliau adalah cerdas, peduli, disiplin, idealis, ramah, penuh tanggung jawab, visioner, mampu membangun karakter mahasiswa, memiliki konsep hidup yang praktis, dan islami. Beliau adalah dosen yang membuatku mengerti arti kerja keras dan rendah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ibu Etty Sofyatiningrum, M.Ed&lt;br /&gt;Beliau pernah mengajarku mata kuliah Telaah Kurikulum MTs dan SLTP, Telaah Kurikulum MA dan SMA, beliau bekerja di Pusat Kurikulum Depdiknas dan mengajar di prodi pendidikan kimia UIN Jakarta. Beliau adalah lulusan S1 ITB kimia dan Master of Education di Curtin University Australia. Hal yang dapat dijadikan inspirasi dari beliau adalah ramah, idealis, tanggung jawab, visioner, nasionalis, terbuka, membangun karakter mahasiswa, membangun lembaga yang beliau duduki, sederhana, inspiratif, dan islami. Beliau adalah dosen yang membuatku mengerti arti visioner dan rendah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bapak Tonih Feronika, M.Pd&lt;br /&gt;Beliau adalah salah satu dosen muda, beliau adalah dosen penguji I saat aku Ujian Munaqosah. Beliau pernah mengajarku mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan Sains, Kimia Fisik I, Media Pembelajaran, Strategi Pembelajaran, PPL I. Beliau menjadi Sarjana Pendidikan di UPI Bandung bidang pendidikan kimia, dan Magister Pendidikan di UPI Bandung bidang pendidikan kimia. Hal yang dapat dijadikan inspirasi dari beliau adalah disiplin, pekerja keras, islami, jiwa muda, motivator, rendah hati, visioner, membangun lembaga yang beliau tempati, dan ramah. Beliau adalah dosen yang membuatku mengerti arti perjuangan di masa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bapak Burhanudin Milama, M.Pd   &lt;br /&gt;Beliau adalah salah satu dosen muda, beliau adalah pembimbing saat aku PKL di Bioteknologi LIPI Cibinong dan dosen penguji II saat aku Ujian Munaqosah. Beliau pernah mengajarku mata kuliah Rencana Pembelajaran Kimia, Evaluasi Pembelajaran Kimia. Beliau menjadi Sarjana Pendidikan di UPI Bandung bidang pendidikan kimia, dan Magister Pendidikan di UPI Bandung bidang pendidikan kimia. Hal yang dapat dijadikan inspirasi dari beliau adalah disiplin, tegas, idealis, visioner, independen, dan profesional. Beliau adalah dosen yang membuatku mengerti arti sebuah pengorbanan dan perjuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bapak Munaspriantoramli, M.A&lt;br /&gt;Beliau adalah salah satu dosen muda, beliau pernah mengajarku mata kuliah Kimia Analitik II.  Beliau lulusan S1 UI Kimia dan menjadi Master of Art di McGill University di Canada.  Hal yang dapat dijadikan inspirasi dari beliau adalah ramah, menyapa, profesional, tanggung jawab, kerja keras, inspiratif, rendah hati, visioner, dan motivator. Beliau yang membuatku mengerti arti sebuah kecerdikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bapak Adi Riyadhi, M.Si&lt;br /&gt;Beliau adalah salah satu dosen muda, beliau pernah mengajarku mata kuliah Kimia Anorganik I, Kimia Analitik I, Kimia Anorganik II, Beliau S1 di UGM jurusan Kimia dan menjadi Magister Sains di IPB.  Hal yang dapat dijadikan inspirasi dari beliau adalah ramah, rendah hati, membantu, membuka wawasan mahasiswa, disiplin, tanggung jawab, dan visioner. Beliau membuatku mengerti arti rendah hati dan ramah kepada orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bapak Dr. Sujiyo Miranto, M.Pd&lt;br /&gt;Beliau adalah pembimbing I skripsiku dan saat itu berperan sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Biologi UIN Jakarta. Beliau mengambil Drs., Magister Pendidikan dan Doktor di IKIP Jakarta atau yang sering kita kenal dengan UNJ sekarang ini. Hal yang dapat dijadikan inspirasi dari beliau adalah penyabar, ramah, rendah hati, membantu, baik hati, ingin mahasiswanya sukses, praktis. Beliau membuatku mengerti arti penting membantu orang lain.&lt;br /&gt;Mohon maaf bila ada kesalahan atau kata yang kurang berkenan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/964472145787465654-5538621419295436455?l=moslemscientist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemscientist.blogspot.com/feeds/5538621419295436455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=964472145787465654&amp;postID=5538621419295436455' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/5538621419295436455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/5538621419295436455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemscientist.blogspot.com/2011/05/sumber-inspirasiku.html' title='Sumber Inspirasiku'/><author><name>moslemscientist.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06295526994423524192</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji7n8B6Yla8/TcUc8ydoSyI/AAAAAAAAADg/sDdBjeHrF6M/s220/zaky.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-964472145787465654.post-926046026579854763</id><published>2010-08-29T05:22:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T07:00:23.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semester 8'/><title type='text'>Arsip Agenda Semester 8 UIN Jakarta R. Ahmad Zaky El Islami</title><content type='html'>Strategi memang sangat penting, tapi harus lewat prosedur yang tepat.&lt;br /&gt;pengalaman di Fakultas Tarbiyah Kimia UIN Jakarta bisa 4 tahun terhitung 29 Juli 2010, kurang lebih kemarin saya seperti ini:&lt;br /&gt;1. Sebelum saya buat judul skripsi, saya sering ke PU lantai 3, dan menulis footnote2 skripsi orang lain dari berbagai macam judul.&lt;br /&gt;2. Setelah itu footnote2 tersebut saya cari bukunya di lantai 2 PU, ternyata banyak buku tentang STAD dan Hasil belajar, maka judul saya Variabel X nya STAD dan Variabel Y nya Hasil belajar. Kalo sudah banyak bukunya jadi nggak perlu nyari sampe keluar kota yang menghabiskan uang dan waktu.&lt;br /&gt;3. Lalu saya patenkan judul saya.&lt;br /&gt;4. Setiap hari saya ngetik dan harus ada hasilnya setiap hari walau cuma satu kalimat atau paragraf.&lt;br /&gt;5. Proposal selesai sekitar 3 hari dan saya pelajari selama kurang lebih 1-2 minggu, agar hari H seminar proposal diterima, karena logikanya masa dosen mengganti judul saya jika saya paham bab1,2 dan 3nya??? dan alhamdulillah diterima judul dan dari setelah itu langsung revisi proposal hampir setiap hari ngetik dan bimbingan beberapa kali walaupun PPKT sudah dimulai sekitar tanggal 12 Februari, dan kebetulan saat itu peraturan Laboratorium FITK bahwa pembukaan PPKT di sekolah harus minggu kedua, maka temen2 PPKT sepakat pembukaan PPKT minggu kedua pada hari terakhir di minggu ke-2 yaitu tanggal 12 Februari.&lt;br /&gt;6. Hari-hari sebelum tanggal 12 februari itu saya manfaatkan untuk ngetik revisi proposal dan mempersiapkan BAB 1,2,3 Laporan PPKT.&lt;br /&gt;7. Alhamdulillah beberapa kali revisi proposal tanggal 15 Februari proposal di ACC oleh pembahas 2(Bapak Dedi Irwandi, M.Si) setelah sebelumnya di ACC Pembahas 1(Dr. Sujiyo Miranto, M.Pd)&lt;br /&gt;8. PPKT tetap berjalan seperti biasa; ngajar, piket, kegiatan kependidikan(maulid dll), kebetulan saya juga dapat tambahan tugas dari sekolah untuk persiapan OSN kimia pulang sekolah jam 3an(bisa 2 atau 3 x seminggu, dan fleksibel tentunya). jadi menurut saya sesibuk apapun di PPKT tak akan mengganggu kemauan kita untuk menyelesaikan skripsi secepatnya.&lt;br /&gt;9. Saat itu Peraturan Laboratorium bahwa kita tidak diperbolehkan mendapatkan nilai mengajar di kelas dari dosen sebelum kita mengajar sebanyak 16 kali) maka setelah saya ngajar 30an kali saya langsung menghadap dosen ppkt (Ibu Eni S. Rosyidatun, M.A) untuk minta penilaian. *Bagi yang mau minta penilaian dosen setelah 16 kali ngajar saya sarankan lebih cepat lebih baik, agar lebih fokus pada laporan PPKT dan skripsi nantinya. &lt;br /&gt;10. Saat itu peraturan Lab. FITK hanya mengijinkan kita tidak masuk selama 2 hari dalam 4 bulan, dan saya masuk dari hari pertama tak ada izin, sakit, agar 2 hari ini bisa saya gunakan untuk penelitian skripsi, dan karena pertemuan penelitian skripsi itu tentunya lebih banyak dari hari libur maka selebihnya saya berangkat subuh ke MAN 2 Bogor lalu pulang ngajar di MAN 2 Bogor ke sekolah SMAN 87 Jakarta untuk masuk (jangan lupa absen) dan ngajar lagi jika masih ada jam( walaupun kewajiban mengajar saya sudah habis, yaitu 16 kali pertemuan dalam 4 bulan).&lt;br /&gt;11. Bimbingan saya untuk laporan PPKT dan skripsi terus menerus sejak awal2 PPKT, jika tidak, maka tak mungkin bisa sesuai waktu untuk penelitian ppkt dan skripsi, karena penelitian ppkt dan skripsi bisa dilakukan jika dosen sudah mengatakan silahkan penelitian, jika belum di persilahkan maka tidak sesuai dengan prosedur yang harus dilalui.&lt;br /&gt;12. Kebetulan di MAN 2 Bogor ada adik saya, jadi saya mengetahui semua tentang MAN 2 Bogor, mulai dari jadwal sampai yang berhubungan dengan keperluan saya penelitian skripsi, saya bisa tanya adik saya, jadi tidak perlu badan saya ada di MAN 2 Bogor, susun saja apa yang mesti dipersiapkan dan saya kendalikan dari SMAN 87 Jakarta.&lt;br /&gt;13. Dan pada bulan April ada ujian komprehensif sekitar tanggal 3, saya sarankan cepat daptar di bulan maret karena waktu pendaptaran dibatasi. tesnya yaitu pendidikan dan kimia minimal harus 70. kebetulan ada kakak kelas yang penelitian di tempat PPKT saya( Zulkifli, S.Pd), jadi saya sering berangkat bareng naik motor pernah juga saya anterin pulang naik motor dan saya bantu juga di sana kalo ada keperluan apa2.&lt;br /&gt;14. Dengan pertemanan ini, saya belajar skripsi ke beliau dan belajar bareng untuk ujian kompre(memang saat itu hanya belajar kimia hingga kita paham;karena soal2 kompre tidak akan jauh dari kompre2 sebelumnya, dan tetap sulit, zulkifli pun memang belum lulus ujian kompre jadi kita belajar bersama) tapi ternyata saya dan zulkifli hanya lulus pendidikannya saya mungkin faktor keberuntungan nilainnya 70 dan zulkifli 78an tapi kimia kita berdua tidak lulus.&lt;br /&gt;15. Saya ujian toefl seminggu sebelum ujian kompre juli (kompre kimia saya dan zulkifli lulus sama seperti bulan april kita belajar bareng, karena saya ngajar kimia kelas 2 di SMA 87,sedangkan kompre lebih didominasi kelas 2 maka saya dan zulkifli sama2 mutualisme, saya belajar skripsi dan beliau belajar kimia). kebetulan toefl saya langsung lulus. saya daptar toefl lewat waiting list(menunggu orang yang tidak datang saat hari tes dan kita yang menggantikan), jika lewat pendaptaran biasa, maka tes toefl n toaflnya bisa 3 minggu setelah daptar dan hasil tesnya 1 minggu setelah tes. Saya sarankan toefl dri sekarang jangan ditunda2.. dan toafl pun harus 3x.. karena saya tidak lulus-lulus. kebetulan toefl waktu semester 1 bisa dipakai maka tinggal 2x toafl... Selanjutnya saya toafl terus.*saran saya toafl sejak sekarang jadi tidak menghabiskan waktu&lt;br /&gt;16. ACC laporan PPKT juli dan ACC skripsi pembimbing 1bulan juni, pembimbing 2 bulan juli, sidang bulan juli. selamat mencoba... mudah2n lancar.. amien..kurang lebihnya mohon maaf jika ada salah2 kata... mudah2an bermanfaat&lt;br /&gt;17. Saran saya; pelajarilah ilmu skripsi itu terlebih dahulu atau belajar sama teman yang paham, sehingga tahu langkah apa saja yang mesti dilalui dan itu akan memudahkan kita, jangan lupa tukar2an buku sama temen lalu fotokopi halaman yang dipakai dan halaman penerbitnya, jangan lupa minta do'a orang tua, itu tetap nomer satu.&lt;br /&gt;18. Teman saya zulkifli, S.Pd sidang bulan november karena toefl 7 kali tidak lulus dan setelah beliau ikut kursus 2 bulan baru toeflnya lulus, ambil pelajaran dari semua pengalaman ini. terima kasih wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda R. Ahmad Zaky El Islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Januari 2010  : Batas akhir pengajuan proposal skripsi           &lt;br /&gt;27 Januari 2010       : Seminar Proposal Skripsi&lt;br /&gt;12 Pebruari 2010      : Pembukaan PPKT dan hari pertama PPKT di SMAN 87 Jakarta&lt;br /&gt;15 Pebruari 2010    : ACC Judul dan Proposal Skripsi&lt;br /&gt;22 Pebruari 2010     : Pengajuan Judul dan Proposal Laporan PPKT ditolak&lt;br /&gt;26 Pebruari 2010      : Pengajuan Judul dan Proposal Laporan PPKT diterima&lt;br /&gt;1 Maret 2010            : Pembagian Dosen Pembimbing Skripsi&lt;br /&gt;15 Maret 2010          : Bimbingan Skripsi Pertama&lt;br /&gt;5 April 2010            : Observasi dan menyerahkan surat izin penelitian ke MAN 2 Kota Bogor&lt;br /&gt;8 April 2010          : Pengujian kisi-kisi uji coba instrumen penelitian pada kelas XII-IPA-6 &lt;br /&gt;MAN 2 Kota Bogor&lt;br /&gt;10 April 2010           : Ujian Komprehensif di ruang teater lantai 3 FITK UIN Jakarta&lt;br /&gt;14 April 20       : Pengumuman hasil ujian komprehensif 10 April 2010&lt;br /&gt;                                       1. Pendidikan (70) lulus&lt;br /&gt;                                       2. Kimia (62) tidak lulus&lt;br /&gt; 21-28 April 2010     : Penelitian PPKT di SMAN 87 Jakarta&lt;br /&gt;25 April 2010           : Penilaian praktik mengajar PPKT oleh dosen pembimbing PPKT&lt;br /&gt;26 April 2010          : ke MAN 2 Kota Bogor, fiksasi waktu penelitian dan tahap persiapan.&lt;br /&gt;27 April-12 Mei 2010 : Penelitian Skripsi di MAN 2 Kota Bogor&lt;br /&gt;27 Mei 2010             : Penutupan PPKT&lt;br /&gt;15 Juni 2010          : ACC Skripsi oleh Dosen Pembimbing&lt;br /&gt; 21 Juni 2010          : 1. Pendaftaran Ujian TOEFL &amp; TOAFL di PBB UIN Jakarta Rp.150.000&lt;br /&gt;                                      2. Pembekalan kisi2 Ujian Komprehensif 3 Juli 2010 oleh Kaprodi Kimia&lt;br /&gt;23 Juni 2010              : Ujian TOEFL dan TOAFL di Pusat Bahasa dan Budaya UIN Jakarta&lt;br /&gt;24 Juni 2010              : ACC Laporan PPKT oleh Dosen Pembimbing PPKT&lt;br /&gt; 30 Juni 2010             : Pengumuman dan pengambilan hasil ujian TOEFL dan TOAFL&lt;br /&gt;                                       1. TOEFL (480) lulus&lt;br /&gt;                                       2. TOAFL (327) tidak lulus&lt;br /&gt;2 Juli 2010                : Pendaftaran Ujian TOAFL di PBB UIN Jakarta Rp. 75.000&lt;br /&gt;3 Juli 2010                : Ujian Komprehensif di ruang teater lantai 3 FITK UIN Jakarta&lt;br /&gt;7 Juli 2010                : 1. Pengumuman hasil ujian komprehensif 3 Juli 2010&lt;br /&gt;                                          a. Kimia (82) lulus&lt;br /&gt;                                     2. Ujian TOAFL di Pusat Bahasa dan Budaya UIN Jakarta&lt;br /&gt;8 Juli 2010                : ACC Skripsi oleh Dosen Pembimbing II&lt;br /&gt;8-12 Juli 2010           : Mengurus surat keterangan PPKT di Laboratorium FITK UIN Jakarta&lt;br /&gt;12 Juli                       : Pengambilan surat keterangan PPKT&lt;br /&gt;12-14 juli 2010          : Mengurus IPK sementara di Jurusan&lt;br /&gt;14 Juli 2010               : 1. Pengambilan IPK sementara di Jurusan&lt;br /&gt;                             2. Pengumuman dan pengambilan hasil ujian TOAFL&lt;br /&gt;                                a. TOAFL (332) tidak lulus&lt;br /&gt;13-22 Juli 2010       : Mengurus IPK sementara di Akademik Pusat&lt;br /&gt;22  Juli 2010             :  1. Pengambilan IPK sementara di Akademik Pusat&lt;br /&gt;                                      2. Pembuatan Surat Bebas Biaya&lt;br /&gt;                                      3. Pembayaran biaya Wisuda Rp. 600.000&lt;br /&gt;                                      4. Penyerahan berkas daftar sidang ke Universitas di Akademik Pusat&lt;br /&gt;                                      5. Pembayaran daftar sidang di Akademik Fakultas Rp. 150.000&lt;br /&gt;                                      6. Penyerahan berkas daftar sidang ke Fakultas di Akademik Fakultas&lt;br /&gt;                                      7. Daftar sidang (Ujian Munaqosah) di Akademik Fakultas&lt;br /&gt;29 Juli 2010                  : Sidang/Ujian Skripsi/Ujian Munaqosah lulus S.Pd&lt;br /&gt;4 Agustus 2010            : ACC Skripsi Penguji II&lt;br /&gt;24 Agustus 2010          : ACC Skripsi Penguji I&lt;br /&gt;* TOAFL yang tidak lulus dianggap lulus jika memiliki 3 sertifikat (yang saya lampirkan adalah 1 sertifikat TOAFL pada semester 1 dan 2  sertifikat TOAFL pada semester 8). 3 Sertifikat dilampirkan sebagai salah satu syarat UJIAN SKRIPSI/SIDANG MUNAQOSAH.&lt;br /&gt;*  Kewajiban mahasiswa untuk mengajar selama PPKT adalah 16 kali pertemuan, dan kelas yang diajar saya selama PPKT di SMAN 87 Jakarta; XI-IPA-1, XI-IPA-2, X-2, X-5, dan X-6 sekitar 60 kali pertemuan selama ± 4 bulan.&lt;br /&gt;*  Alokasi waktu pelajaran kimia Kelas XI di SMAN 87 Jakarta adalah  4 jam pelajaran/minggu pada hari rabu dan  jum’at, sedangkan kelas X adalah 3 jam pelajaran/minggu pada hari senin, selasa, dan rabu.&lt;br /&gt;*  Jadwal Pelajaran kimia di MAN 2 Kota Bogor kelas XI-IPA-1 adalah hari rabu dan sabtu, sedangkan XI-IPA-2 pada hari selasa dan sabtu.&lt;br /&gt;*  Biaya dalam penyusunan skripsi hingga wisuda ± 2.170.000 selama ± 6 bulan dengan rincian sebagai berikut:&lt;br /&gt;    a. Buku referensi ± Rp. 300.000&lt;br /&gt;    b. Biaya print selama bimbingan ± Rp.300.000&lt;br /&gt;    c. Biaya perjalanan Jakarta-Bogor selama penelitian ± Rp. 200.000&lt;br /&gt;    d. Biaya perlengkapan penelitian (fotokopi + sertifikat) Rp. 100.000&lt;br /&gt;    e. Biaya TOEFL dan TOAFL ± Rp. 225.000&lt;br /&gt;    f. Biaya Daftar Sidang Rp. 150.000&lt;br /&gt;    g. Biaya Daftar Wisuda Rp. 600.000&lt;br /&gt;    h. Penggandaan Skripsi untuk penguji Rp. 100.000&lt;br /&gt;    i.  Revisi setelah sidang Rp. 25.000&lt;br /&gt;    i.  Penggandaan Skripsi untuk Jurusan, Fakultas, Universitas dan Pribadi Rp. 170.000&lt;br /&gt; * Biaya dalam penyusunan laporan PPKT ± 180.000 dengan rincian sebagai berikut:&lt;br /&gt;    a. Biaya print, jilid dan penggandaan selama bimbingan Rp. 150.000&lt;br /&gt;    b. Biaya perlengkapan penelitian (fotokopi + sertifikat) Rp. 30.000&lt;br /&gt; * Total Semester 8 ± 2.350.000 selama 6 bulan sehingga perbulan pengeluaran rata-rata 400.000&lt;br /&gt; * Biaya Semesteran semester 8 Rp 1.225.000&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/964472145787465654-926046026579854763?l=moslemscientist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemscientist.blogspot.com/feeds/926046026579854763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=964472145787465654&amp;postID=926046026579854763' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/926046026579854763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/926046026579854763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemscientist.blogspot.com/2010/08/agenda-r-ahmad-zaky-el-islami.html' title='Arsip Agenda Semester 8 UIN Jakarta R. Ahmad Zaky El Islami'/><author><name>moslemscientist.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06295526994423524192</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji7n8B6Yla8/TcUc8ydoSyI/AAAAAAAAADg/sDdBjeHrF6M/s220/zaky.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-964472145787465654.post-295357460796970539</id><published>2010-07-30T20:05:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T20:09:32.454-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Nama                : R. Ahmad Zaky El Islami&lt;br /&gt;IPK                    : 3,41&lt;br /&gt;Tahun Masuk  :  2006&lt;br /&gt;Tahun Lulus     : 2010&lt;br /&gt;Universitas       : UIN Jakarta&lt;br /&gt;Fakultas            : Ilmu Tarbiyah dan Keguruan&lt;br /&gt;Jurusan             : Pendidikan IPA&lt;br /&gt;Program Studi : Pendidikan Kimia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang butuh guru kimia, hubungi facebook Ahmad Zaky El Islami&lt;br /&gt;terima kasih sbelumnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/964472145787465654-295357460796970539?l=moslemscientist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemscientist.blogspot.com/feeds/295357460796970539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=964472145787465654&amp;postID=295357460796970539' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/295357460796970539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/295357460796970539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemscientist.blogspot.com/2010/07/nama-r.html' title=''/><author><name>moslemscientist.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06295526994423524192</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji7n8B6Yla8/TcUc8ydoSyI/AAAAAAAAADg/sDdBjeHrF6M/s220/zaky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-964472145787465654.post-5307930409451978561</id><published>2009-12-29T01:11:00.000-08:00</published><updated>2011-06-08T20:12:21.223-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta</title><content type='html'>Sejarah Universitas Islam Negeri Jakarta - UIN Jakarta merupakan salah satu universitas terkemuka di Indonesia yang terletak di Ciputat Tangerang Selatan (Jakarta) Indonesia. Nama universitas ini sebelumnya adalah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak Mei 2002  berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indoneisa Nomor 031 tanggal 20 Mei 2002 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi berubah menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam perkembangannya, Universitas Negeri Islam Syarif Hidayatullah Jakarta mengalami beberapa periode. Untuk lebih lanjut mengenal latar belakang dan perkembangan Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, berikut awalmula.com berbagi sejarah UIN Jakarta yang dikutipkan langsung dari situs resminya (www.uinjkt.ac.id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Singkat UIN Jakarta&lt;br /&gt;Pada 1 Juni 2007 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merayakan “golden anniversary”. Selama setengah abad, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah menjalankan mandatnya sebagai institusi pembelajaran dan transmisi ilmu pengetahuan, institusi riset yang mendukung proses pembangunan bangsa, dan sebagai institusi pengabdian masyarakat yang menyumbangkan program-program peningkatan kesejahteraan sosial. Selama setengah abad itu pula, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah melewati beberapa periode sejarah sehingga sekarang ini telah menjadi salah satu universitas Islam terkemuka di Indonesia. Secara singkat sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat dibagi ke dalam beberapa periode, yaitu periode perintisan, periode fakultas IAIN al-Jami’ah, periode IAIN Syarif Hidayatullah, dan periode UIN Syarif Hidayatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode Perintisan&lt;br /&gt;Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 031 tahun 2002. Sejarah pendirian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan mata rantai sejarah perkembangan perguruan tinggi Islam Indonesia dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi Islam modern yang dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada zaman penjajahan Belanda, Dr. Satiman Wirjosandjojo, salah seorang Muslim terpelajar, tercatat pernah berusaha mendirikan Pesantren Luhur sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam. Namun, usaha ini gagal karena hambatan dari pihak penjajah Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun sebelum proklamasi kemerdekaan, Persatuan Guru Agama Islam (PGAI) di Padang mendirikan Sekolah Tinggi Islam (STI). STI hanya berjalan selama dua tahun (1940-1942) karena pendudukan Jepang. Umat Islam Indonesia tidak pernah berhenti menyuarakan pentingnya pendidikan tinggi Islam bagi kaum Muslim yang merupakan mayoritas pendudukan Indonesia. Pemerintah pendudukan Jepang kemudian menjanjikan kepada umat Islam untuk mendirikan Lembaga Pendidikan Tinggi Agama di Jakarta. Janji Jepang itu direspon tokoh-tokoh Muslim dengan membentuk yayasan di Muhammad Hatta sebagai ketua dan Muhammad Natsir sebagai sekretaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 8 Juli 1945, bertepatan dengan 27 Rajab 1364, yayasan tersebut mendirikan Sekolah Tinggi Islam (STI). STI berkedudukan di Jakarta dan dipimpin oleh Abdul Kahar Mudzakkir. Beberapa tokoh Muslim lain ikut berjasa dalam proses pendirian dan pengembangan STI. Mereka antara lain Drs. Muhammad Hatta, KH. Kahar Mudzakkir, KH. Wahid Hasyim, KH. Mas Mansur, KH. Fathurrahman Kafrawi, dan Farid Ma’ruf. Pada 1946, STI dipindahkan ke Yogyakarta mengikuti kepindahan Ibukota Negara dari Jakarta ke Yogyakarta. Sejalan dengan perkembangan STI yang semakin besar, pada 22 Maret 1948 nama STI diubah menjadi Universitas Islam Indonesia (UII) dengan penambahan fakultas-fakulta baru. Sampai dengan 1948, UII memiliki empat fakultas, yaitu (1) Fakultas Agama, (2) Fakultas Hukum, (3) Fakultas Ekonomi, dan (4) Fakultas Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan akan tenaga fungsional di Departemen Agama menjadi latar belakang penting berdirinya perguruan tinggi agama Islam. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Fakultas Agama UII dipisahkan dan ditransformasikan menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) dan—sesuai dengan namanya—bersastus negeri. Perubahan ini didasarkan kepada Peraturan Pemerintah (PP) No. 34 tahun 1950. Dalam konsideran disebutkan bahwa PTAIN bertujuan memberikan pengajaran studi Islam tingkat tinggi dan menjadi pusat pengembangan serta pendalaman ilmu pengetahuan agama Islam. Berdasarkan PP tersebut, hari jadi PTAIN ditetapkan pada 26 September 1950. PTAIN dipimpin KH. Muhammad Adnan dengan data jumlah mahasiswa per 1951 sebanyak 67 orang. Pada periode tersebut PTAIN memiliki tiga jurusan, yaitu Jurusan Tarbiyah, Jurusan Qadla (Syari’ah) dan Jurusan Dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi mata kuliah pada waktu itu terdiri dari bahasa Arab, Pengantar Ilmu Agama, Fiqh dan Ushul Fiqh, Tafsir, Hadits, Ilmu Kalam, Filsafat, Mantiq, Akhlaq, Tasawuf, Perbandingan Agama, Dakwah, Tarikh Islam, Sejarah Kebudayaan Islam, Ilmu Pendidikan dan Kebudayaan, Ilmu Jiwa, Pengantar Hukum, Asas-asas Hukum Publik dan Privat, Etnologi, Sosiologi, dan Ekonomi. Mahasiswa yang lulus bakaloreat dan doktoral masing-masing mendapatkan gelar Bachelor of Art (BA) dan Doctorandus (Drs). Komposisi mata kuliah PTAIN tersebut merupakan kajian utama perguruan tinggi Islam yang terus berlanjut sampai masa-masa yang lebih belakangan. Gelar akademik yang ditawarkan juga terus bertahan sampai dengan dekade 1980-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode ADIA (1957-1960)&lt;br /&gt;Kebutuhan tenaga fungsional bidang guru agama Islam yang sesuai dengan tuntutan modernitas pada dekade 1950-an mendorong Departemen Agama mendirikan Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) di Jakarta. ADIA didirikan pada 1 Juni 1957 dengan tujuan mendidik dan mempersiapkan pegawai negeri guna mendapatkan ijazah pendidikan akademi dan semi akademi sehingga menjadi guru agama, baik untuk sekolah umum, sekolah kejuruan, maupun sekolah agama. Dengan pertimbangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan kelanjutan dari ADIA, hari jadi ADIA 1 Juni 1957 ditetapkan sebagai hari jadi atau Dies Natalis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sama seperti perguruan tinggi pada umumnya, masa studi di ADIA adalah 5 tahun yang terdiri dari tingkat semi akademi 3 tahun dan tingkat akademi 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADIA memiliki tiga jurusan, yaitu Jurusan Pendidikan Agama, Jurusan Bahasa Arab, dan Jurusan Da’wah wal Irsyad yang juga dikenal dengan Jurusan Khusus Imam Tentara. Komposisi kurikulum ADIA tidak jauh berbeda dengan kurikulum PTAIN dengan beberapa tambahan mata kuliah untuk kepentingan tenaga fungsional. Komposisi lengkapnya adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Perancis, Bahasa Ibrani, Ilmu Keguruan, Ilmu Kebudayaan Umum dan Indonesia, Sejarah Kebudayaan Islam, Tafsir, Hadits, Musthalah Hadits, Fiqh, Ushul Fiqh, Tarikh Tasyri’ Islam, Ilmu Kalam/Mantiq, Ilmu Akhlaq/Tasawuf, Ilmu Fisafat, Ilmu Perbandingan Agama, dan Ilmu Pendidikan Masyarakat. Kepemimpinan ADIA dipercayakan kepada Prof. Dr. H. Mahmud Yunus sebagai dekan dan Prof. H. Bustami A. Gani sebagai Wakil Dekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dua ciri utama ADIA. Pertama, sesuai dengan mandatnya sebagai akademi dinas, mahasiswa yang mengikuti kuliah di ADIA terbatas pada mahasiswa tugas belajar. Mereka diselekasi dari pegawai atau guru agama di lingkungan Departemen Agama yang berasal dari wakil-wakil daerah di seluruh Indonesia. Kedua, sesuai dengan mandatnya untuk mempersiapkan guru agama modern, tanggung jawab pengelolaan dan penyediaan anggaran ADIA berasal dari Jawatan Pendidikan Agama (Japenda) Departemen Agama yang pada waktu itu memiliki tugas mengelola madrasah dan mempersiapkan guru agama Islam modern di sekolah umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode Fakultas IAIN al-Jami’ah Yogyakarta (1960-1963)&lt;br /&gt;Dalam satu dekade, PTAIN memperlihatkan perkembangan menggembirakan. Jumlah mahasiswa PTAIN semakin banyak dengan area of studies yang semakin luas. Mahasiswa PTAIN tidak hanya datang dari berbagai wilayah Indonesia, tetapi juga datang dari negara tetangga seperti Malaysia. Meningkatnya jumlah mahasiswa dan meluasnya area of studies menuntut perluasan dan penambahan, baik dari segi kapasitas kelembagaan, fakultas dan jurusan maupun komposisi mata kuliah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ADIA di Jakarta dan PTAIN di Yogyakarta diintegrasikan menjadi satu lembaga pendidikan tinggi agama Islam negeri. Integrasi terlaksana dengan keluarnya Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 11 Tahun 1960 tertanggal 24 Agustus 1960 bertepatan dengan 2 Rabi’ul Awal 1380 Hijriyah. Peraturan Presiden RI tersebut sekaligus mengubah dan menetapkan perubahan nama dari PTAIN menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) al-Jami’ah al-Islamiyah al-Hukumiyah. IAIN diresmikan Menteri Agama di Gedung Kepatihan Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IAIN With Wider Mandate&lt;br /&gt;IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai salah satu IAIN tertua di Indonesia yang bertempat di Ibukota Jakarta, menempati posisi yang unik dan strategis. Ia tidak hanya menjadi “Jendela Islam di Indonesia”, tetapi juga sebaga simbol bagi kemajuan pembangunan nasional, khususnya di bidang pembangunan sosial-keagamaan. Sebagai upaya untuk mengintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama, lembaga ini mulai mengembangkan diri dengan konsep IAIN dengan mandat yang lebih luas (IAIN with Wider Mandate) menuju terbentuknya Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Langkah konversi ini mulai diintensifkan pada masa kepemimpinan Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA dengan dibukanya jurusan Psikologi dan Pendidikan Matematika pada Fakultas Tarbiyah, serta Jurusan Ekonomi dan Perbankan Islam pada Fakultas Syari’ah pada tahun akademik 1998/1999. Untuk lebih memantapkan langkah konversi ini, pada 2000 dibuka Program Studi Agribisnis dan Teknik Informatika bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Program Studi Manajemen dan Akuntansi. Pada 2001 diresmikan Fakultas Psikologi dan Dirasat Islamiyah bekerjasama dengan Al-Azhar, Mesir. Selain itu dilakukan pula upaya kerjasama dengan Islamic Development Bank (IDB) sebagai penyandang dana pembangunan kampus yang modern; McGill University melalui Canadian Internasional Development Agencis (CIDA); Leiden University (INIS); Universitas Al-Azhar (Kairo); King Saud University (Riyadh); Universitas Indonesia; Institut Pertanian Bogor (IPB); Ohio University; Lembaga Indonesia Amerika (LIA); Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Bank BNI; Bank Mu’amalat Indonesia (BMI); dan universitas-universitas serta lembaga-lembaga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah perubahan bentuk IAIN menjadi UIN mendapat rekomendasi pemerintah dengan ditandatanganinya Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 4/U/KB/2001 dan Menteri Agama RI Nomor 500/2001 tanggal 21 Nopember 2001. Selanjutnya melalui suratnya Nomor 088796/MPN/2001 tanggal 22 Nopember 2001, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional memberikan rekomendasi dibukanya 12 program studi yang meliputi program studi ilmu sosial dan eksakta, yaitu Teknik Informatika, Sistem Informasi, Akuntansi, Manajemen, Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis, Psikologi, Bahasa dan Sastra Inggris, Ilmu Perpustakaan, Matematika, Kimia, Fisika dan Biologi. Seiring dengan itu, rancangan Keputusan Presiden tentang Perubahan Bentuk IAIN menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga telah mendapat rekomendasi dan pertimbangan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI dan Dirjen Anggaran Departemen Keuangan RI Nomor 02/M-PAN/1/2002 tanggal 9 Januari 2002 dan Nomor S-490/MK-2/2002 tanggal 14 Februari 2002. Rekomendasi ini merupakan dasar bagi keluarnya Keputusan Presiden Nomor 031 tanggal 20 Mei Tahun 2002 tentang Perubahan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Mulai 20 Mei 2002)&lt;br /&gt;Dengan keluarnya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 031 tanggal 20 Mei 2002 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi berubah menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peresmiannya dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Hamzah Haz, pada 8 Juni 2002 bersamaan dengan upacara Dies Natalis ke-45 dan Lustrum ke-9 serta pemancangan tiang pertama pembangunan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui dana Islamic Development Bank (IDB). Satu langkah lagi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menambah fakultas yaitu Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (Program Studi Kesehatan Masyarakat) sesuai surat keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 1338/ D/T/2004 Tahun 2004 tanggal 12 April 2004 tentang ijin Penyelenggaraan Program Studi Kesehatan Masyarakat (S1) pada Universitas Islam Negeri dan Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam tentang izin penyelenggaraan Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana (S1) pada Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor Dj.II/37/2004 tanggal 19 Mei 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bentuk re-integrasi ilmu, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak tahun akademik 2002/2003 menetapkan nama-nama fakultas sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan&lt;br /&gt;2. Fakultas Adab dan Humaniora&lt;br /&gt;3. Fakultas Ushuluddin dan Filsafat&lt;br /&gt;4. Fakultas Syari’ah dan Hukum&lt;br /&gt;5. Fakultas Dakwah dan Komunikasi&lt;br /&gt;6. Fakultas Dirasat Islamiyah&lt;br /&gt;7. Fakultas Psikologi&lt;br /&gt;8. Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial&lt;br /&gt;9. Fakultas Sains dan Teknologi&lt;br /&gt;10. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan&lt;br /&gt;11. Sekolah Pascasarjana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tahun 2008 wisuda ke-72 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah menghasilkan alumni sebanyak 36.099 orang, terdiri atas 19.174 Sarjana Strata Satu (S1), 1.273 Sarjana Magister (S2), dan 426 Sarjana Doktor (S3). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus berupaya menyiapkan peserta didiknya menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau menciptakan ilmu pengetahuan keagamaan dan ilmu ilmu terkait lainnya dalam arti yang seluas-luasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://awalmula.com/sejarah-awal-mula-uin-jakarta.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/964472145787465654-5307930409451978561?l=moslemscientist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemscientist.blogspot.com/feeds/5307930409451978561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=964472145787465654&amp;postID=5307930409451978561' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/5307930409451978561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/5307930409451978561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemscientist.blogspot.com/2009/12/efek-faktor-lingkungan-pada-pertumbuhan.html' title='Sejarah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta'/><author><name>moslemscientist.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06295526994423524192</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji7n8B6Yla8/TcUc8ydoSyI/AAAAAAAAADg/sDdBjeHrF6M/s220/zaky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-964472145787465654.post-4040211161634143407</id><published>2008-08-25T03:27:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T21:43:19.699-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keseimbangan'/><title type='text'>Menciptakan jati diri yang seimbang, sambil menatap masa depan</title><content type='html'>Seringkali kita terlalu serius dalam suatu kegiatan, atau bahkan kita sering terlalu menyepelekan sebuah hal. Memiliki jiwa serius memang harus dimiliki oleh setiap insan. mengapa? karena keseriusan bukti sebuah perjuangan. sebagai civitas akademika,  kita pasti dilibatkan dalam hal belajar.Baik belajar di dalam kelas melalui perkuliahan atau sekolah, maupun belajar dari pengalaman orang-orang berilmu ketika kita mengikuti kegiatan stadium general, seminar maupun training-training yang ada diluar perkuliahan. Namun terkadang orang yang  sangat sibuk seperti itu melupakan yang namanya kepentingan keseimbangan dalam dirinya.&lt;br /&gt;keseimbangan perlu sangat diperhatikan.&lt;br /&gt;jika kita cenderung  melakukan kegiatan yang lebih kepada pikiran, maka kita tidak dapat menahan suatu beban pikiran yang banyak yang dapat membuat urat kita tegang. Dan saat tersentuh oleh benda tumpul maka akan terjadi sakit yang tak terdeteksi oleh dokter, yakni penyakit mental. ini pernah terjadi pada seorang siswi yang sangat cerdas namun tak bisa menyeimbangkan dirinya antara belajar dan bermain dan ini hanya dapat diobati oleh ilmu tenaga dalam.&lt;br /&gt;lebih parahnya lagi orang yang cenderung memaksimalkan kesenangan , hura-hura justru sangat parah. orang seperti ini tidak memiliki rasa sadar akan pentingnya mencari ilmu, orang ini hanya ingin bersenang-senang dan ini akan berakibat patal. yaitu menjadi pribadi yang negatif, bahkan bisa salah bergaul dan dekat dengan narkoba, disinilah perlunya kita berlaku seimbang pada diri kita agar hidup kita lebih terarah dimasa depan.&lt;br /&gt;bagaimana yang seimbang itu?&lt;br /&gt;Apakah harus 50% : 50% antara bermain dan belajar?&lt;br /&gt;Ternyata itupun bukan seimbang, seimbang disini ialah seimbang yang dapat membawa kita kepada jati diri yang baik tanpa melupakan hak dari kesenangan. perlu adanya jadwal di dalam kehidupan pribadi kita. mungkin setiap orang berbeda-beda tergantung kemampuannya dalam melakukan kegiatan, atau dalam kata lain kemampuan belajar seseorang itu berbeda. jadi bagi mereka yang sudah biasa banyak membaca maka perbanyaklah membaca namun ada waktu untuk refresing seperti bermain bersama kawan atau berolahraga... bagi yang belum biasa membaca tentu ada proses. dari waktu ke waktu kita biasakan membaca dan kurangi porsi bermain kita, andai kita ingin menjadi pribadi yang memiliki jati diri yang seimbang sambil menatap masa depan. silahkan di praktekan mudah-mudahan dapat membantu.&lt;br /&gt;Keseimbangan pun kita lihat dari segi objek yang kita pelajari, ketika kita berada dijurusan ilmu-ilmu umum perkuatlah kemampuan ilmu tersebut untuk bekal kita dimasa yang akan datang, namun kita pun seimbangkan dengan objek keagamaan sesuai dengan keyakinan kita masing-masing agar ilmu kita menjadi ilmu yang bermanfaat, begitupun sebaliknya bagi yang ada di jurusan agama, perlu juga mengetahui ilmu umum agar tidak gagap ketika bergelut dengan orang umum. namun kita perlu memiliki prioritas juga yakni objek ilmu yang sekarang kita geluti.&lt;br /&gt;ditulis pada semester 5&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/964472145787465654-4040211161634143407?l=moslemscientist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemscientist.blogspot.com/feeds/4040211161634143407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=964472145787465654&amp;postID=4040211161634143407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/4040211161634143407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/4040211161634143407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemscientist.blogspot.com/2008/08/menciptakan-jati-diri-yang-seimbang.html' title='Menciptakan jati diri yang seimbang, sambil menatap masa depan'/><author><name>moslemscientist.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06295526994423524192</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji7n8B6Yla8/TcUc8ydoSyI/AAAAAAAAADg/sDdBjeHrF6M/s220/zaky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-964472145787465654.post-6005238157430504668</id><published>2008-08-23T20:03:00.000-07:00</published><updated>2008-08-23T20:12:13.229-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pahlawan Tanpa Tanda Jasa'/><title type='text'>Guru tidak sejahtera? Bukan zamannya lagi…</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;     Di masa lampau sering kita dengar bagaimana nasib sang pahlawan tanpa tanda jasa yang kesulitan untuk mendapatkan sesuap nasi dan lauk yang cukup untuk sehari-hari. Itu tiada lain karena gaji dari seorang guru tak dapat dijadikan sebuah modal untuk mencukupi nasib mereka. Sering kita gambarkan guru sebagai seorang pak Umar Bakri yang selalu menggunakan sepedanya untuk pergi mengajar, yang memiliki sedikit penghasilan, jauh jika dibandingkan pengorbanannya dalam mengajar baik dari segi waktu maupun tenaga dan pikirannya.&lt;br /&gt;     Beruntung zaman demi zaman ternyata pemerintah mulai menyadari betapa guru itu harus diberikan penghasilan yang lebih layak, karena guru sebagai pembangun seorang pembangun yang akan membangun bangsa ini lebih maju kedepannya dengan menciptakan manusia baru yang berkualitas. Pemerintah sekarang akhirnya lebih memperhatikan berbagai aspirasi dari para guru yang pernah kita lihat beberapa tahun silam, di depan gedung DPR demi memperjuangkan kesejahteraan yang layak. Dalam menghidupi keluarganya.&lt;br /&gt;   Dengan terus berjalannya waktu, kini guru tidak mengalami kekurangan yang begitu besar lagi seperti pada zamannya dulu,walau masih ada di daerah-daerah tertentu yang mungkin guru masih tidak dapat merasakan cukupnya kebutuhan yang diperlukannya, hal itu mungkin di daerah pedalaman ataupun pulau–pulau yang jauh dari ibukota propinsi.&lt;br /&gt;    Jika kita melihat di kota-kota besar seperti DKI Jakarta betapa seorang guru yang mungkin sudah jadi PNS ataupun yang belum berstatus PNS hidupnya cukup senang bahkan gaji yang diterima rata-rata mencapai 2 - 8 juta jika mengajar di sekolah-sekolah unggulan, betapa enaknya guru di ibukota tersebut, namun tidak sedikit pula mungkin yang masih mendapatkan gaji kurang dari 1 juta di daerah ibukota tersebut, hal ini mungkin karena guru tersebut masih menjadi tenaga honorer yang rata-rata gajinya hanya 200-500 ribu tiap bulannya. Tetapi jika dibandingkan lagi dengan guru-guru honorer di perkampungan-perkampungan yang hanya mendapat gaji kurang lebih 50.000 hingga 200.000 tiap bulannya mereka lebih beruntung.&lt;br /&gt;   Untuk mengatasi perbedaan penghasilan ini pemerintah sekarang cukup lugas dalam menghadapinya. Sebagaimana kita tahu beberapa tahun terakhir ini pemerintah telah mengupayakan berbagai program untuk menjamin kesejahteraan guru, baik di kota atau pun di daerah-daerah terpencil, baik itu dengan pengangkatan secara otomatis menjadi PNS bagi GBS yang telah mengikuti ujian ketika mereka masih menjadi tenaga honorer atau guru sukwan (suka relawan), lalu dialanjutkan dengan pengangkatan guru honorer menjadi guru honorer daerah serta diangkatnya guru Honda (honor daerah) menjadi guru bantu sekolah (GBS). Hal ini sangat brilian, program yang dilakukan pemerintahan SBY untuk memeratakan kesejahteraan guru, dan nampaknya mulai dapat di rasakan efek positifnya oleh para pahlawan tanpa tanda jasa ini, apalagi sekarang ini yang terbaru sedang gencar-gencarnya PEMDA masing-masing daerah menjalankan satu lagi program pemerintah dalam mensejahterakan guru yaitu sertifikasi guru, yaitu suatu program yang tujuannya mendapatkan serta menyeleksi guru-guru yang telah lama mendedikasikan dirinya untuk pendidikan agar menjadi guru yang berkompeten dan berkualitas, dengan berbagai tes yang dilakukan badan sertifikasi yang telah ditunjuk badan pendidikan sebagai penyeleksi semisal Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta atau pun Universitas Negeri Jakarta.&lt;br /&gt;    Langkah ini telah mendapat hasil, walaupun dari persentase yang didapat, contohnya daerah Ibukota Jakarta masih 25% yang lulus dari tes sertifikasi terbaru. Dan bagi yang lulus, mereka lebih beruntung karena kesejahteraannya meningkat sampai mendapat 1 kali gaji pokok bagi PNS dan bagi bukan PNS pun mendapat penghasilan yang lebih daripada guru-guru yang belum mendapatkan sertifikat sertifikasi. Dan bagi yang belum lulus diberikan binaan serta pelatihan agar dapat menjadi guru professional.&lt;br /&gt;    Langkah ini tidak hanya dilaksanakan di kota-kota besar saja bahkan sampai keseluruh Indonesia program sertifikasi ini telah direalisasikan.&lt;br /&gt;Mungkin inilah zaman kelayakan hidup guru, walaupun memang harus memulai langkah dari hal yang paling kecil menjadi guru honor, guru honor daerah, guru bantu sekolah, barulah guru PNS. Namun jangan dilupakan juga bahwa kebutuhan di negeri kita pun semakin mahal, dan mungkin gaji para guru PNS lah yang masih dapat hidup layak. Sedangkan guru-guru honorer dan seterusnya masih dalam kehidupan yang mungkin bisa dikatakan kurang. Mungkin itulah guru harus mengawali hidupnya dari posisi pak Umar Bakri dengan tetap memiliki dedikasi dan kesetiaan pada pendidikan yang takkan pernah pudar dan harus terus berlanjut sampai negeri ini menjadi bangsa yang besar, mudah-mudahan. Tapi andaikata guru itu kreatif, tentu mereka dapat kerja sambilan selain mengajar semisal berbisnis tentu itu lebih memberikan penghasilan guru yang lebih baik.&lt;br /&gt;     Dan sekarang guru pun harus bersyukur karena langkah-langkah yang dilakukan pemerintah SBY cukuplah positif bagi kesejahteraan guru di masa yang akan datang mungkin dalam waktu tiga tahun dari sekarang guru honor sekarang dan GBS telah menjadi PNS dan hidup secara layak, tanpa mengurangi dedikasi dan loyalitasnya dalam mendidik putera-puteri Indonesia, terima kasih guru jasamu takkan kulupa dan takkan kujadikan penghasilanmu sebagai ukuran statusmu yang selalu berada diatas segala kekuasaan karena engkau adalah pembangun dari seorang pembangun. Teruslah ukir keilmuanmu dan teruslah ukir produk-produkmu yaitu para orang besar yang telah engkau ajarkan mereka membaca, menulis serta berhitung. Bahkan menjadikan mereka pintar berpidato mengumandangkan segala yang kau ajarkan. Sekali lagi terima kasih guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis saat semester III&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/964472145787465654-6005238157430504668?l=moslemscientist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemscientist.blogspot.com/feeds/6005238157430504668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=964472145787465654&amp;postID=6005238157430504668' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/6005238157430504668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/964472145787465654/posts/default/6005238157430504668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemscientist.blogspot.com/2008/08/guru-tidak-sejahtera-bukan-zamannya.html' title='Guru tidak sejahtera? Bukan zamannya lagi…'/><author><name>moslemscientist.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06295526994423524192</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji7n8B6Yla8/TcUc8ydoSyI/AAAAAAAAADg/sDdBjeHrF6M/s220/zaky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
